Berita Islam – Sering sekali kita sebagai umat muslim dihadapkan dalam posisi harus mengingatkan umat muslim yang lain. Dalam Islam sendiri kita sebagai umat muslim diajarkan untuk menegur ketika ada umat muslim yang melakukan kesalahan dan bertindak tidak sesuai dengan ajaran Allah SWT. Namun, banyak orang yang tidak mengetahui cara yang baik dalam mengingatkan sesama, dan pada prakteknya justru malah menyakiti perasaan sesama umat muslim karena kita tidak menegurnya dengan cara yang baik.
Lalu, sebenarnya bagaimana sih adab mengingatkan yang baik sesuai ajaran Islam? berikut merupakan 3 cara yang bisa kita gunakan ketika ingin menegur sesama umat muslim, yakni:
1. Menegur Secara Pribadi dan Tidak Depan Banyak Orang

Kita sebagai umat muslim disarankan untuk menegur orang lain secara pribadi dan tidak di depan umum maupun di depan banyak orang. Hal ini dianjurkan agar hal yang kita ingin tegur bisa langsung tersampaikan dengan cara yang baik. serta tidak menyinggung perasaan umat muslim yang kita tegur.
Menegur secara pribadi juga disarankan oleh ulama Al Hafizh Ibnu Rajab. Al Hafizh Ibnu Rajab pernah berkata:
“Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia… Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77)
Selain Al Hafizh Ibnu Rajab, Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri juga pernah berbicara tentang cara mengingatkan dalam Islam. Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri berkata:
“Jika kamu hendak memberi nasehat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)
2. Menggunakan Bahasa Yang Baik Dan Lemah Lembut

Dalam mengingat seseorang yang sedang atau telah melakukan kesalahan dan tidak sesuai dengan ajaran Islam, kita sebagai umat muslim selain harus mengingatkan secara pribadi, kita juga harus menggunakan tutur kata dan bahasa yang baik serta berbicara dengan lemah lembut. Untuk bisa mengingatkan dengan tutur kata yang baik dan lemah lembut tentunya kita juga harus menahan ego kita masing-masing dan tidak merasa paling benar sendiri.
Allah Ta’ala pernah berfirman mengenai hal ini,
فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (QS. Ath Thaha: 44)
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda,
إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ
“Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim)
3. Selalu Menggunakan Ilmu dalam Setiap Teguran, Dan Jangan Pernah Menghina
Dalam menegur sesama umat muslim, kita sebagai saudara seiman perlu memiliki ilmu yang cukup sehingga kita bisa menuntun orang yang kita tegur ke jalan yang lebih baik.
Seringkali orang mengabaikan tentang ilmu yang harus kita punya sebelum mengingatkan karena merasa dirinya paling benar dan paling tau. Namun, tipe orang seperti ini justru yang bahkan belum memiliki ilmu sama sekali, dan pada akhirnya mereka akan menegur dengan cara yang salah bahkan mungkin bisa sampai menghina dan merendahkan orang yang ditegur karena merasa diri paling benar.
Allah Ta’ala pernah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)
Selain itu, ika kita tidak menggunakan ilmu dalam setiap kali menegur seseorang, tentunya teguran kita akan sia-sia karena tidak disampaikan dengan cara yang benar, dan apa yang sudah kita katakan sebagai teguran juga tentunya memiliki pertanggungjawaban yang harus kita hadapi ketika kita di akhirat.
Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36)