PPKM Diterapkan, Pemerintah Melarang Adanya Takbir Keliling Saat Idul Adha

Berita Islam – Untuk menyambut hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha, ada sebuah kegiatan rutin yang dilakukan turun temurun oleh umat Muslim di Indonesia, yaitu Takbiran. Takbiran dikumandangkan pada malam hari untuk menyambut datangnya Idul Fitri dan Idul Adha. Takbiran dilakukan dengan pawai di jalan, kadang-kadang membawa obor dan bedug sambil mengumandangkan kalimat takbir. Tidak hanya orang dewasa saja namun anak-anak turut antusias melakukan takbiran keliling kampung. Tak jarang, malam takbiran juga dihiasi dengan petasan-petasan dan kembang api yang menyemarakkan malam. Suasana malam takbiran pun makin meriah dan menyenangkan.

Takbiran keliling kampung biasanya dilakukan setelah selesai shalat Magrib atau tepat saat malam 1 Syawal, dimana sejak sore Hari Umat islam berkumpul di Masjid melakukan takbiran dan sebagian lain lagi membawa gendang untuk ditabuh mengiringi Takbir yang dikumandangkan.

Peserta Takbiran kemudian berjalan beriringan membentuk barisan, Dengan berkeliling kampung berjalan kaki sambal membawa obor diiringi tabuhan gendang, suara Takbir membahana sepanjang jalan ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LA ILAHA ILALLAHU ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAM , berulang-ulang terus menerus hingga akhirnya setelah selesai mengintari seluruh kampung pesertapun kembali ke Mesjid dimana Takbiran mulai bergerak, berawal dari Mesjid dan Finish di Mesjid yang sama.

Namun sayangnya sejak 2020, Seluruh dunia dan tak terkecuali negara Indonesia mengalami sebuah pandemi virus covid-19, virus ini berbahaya dan hingga 2021 kita masih berada dalam ancaman virus Covid 19 ini, sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk tidak melakukan takbir keliling pada malam jelang Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menyampaikan bahwa takbir keliling sebaiknya dihindari, mengingat kasus Covid-19 di Indonesia sedang melonjak. “Tapi yang biasa dilakukan dengan takbir keliling itu harus dihindari semata untuk kepentingan untuk meminimalkan potensi penularan,” kata Asrorun, dikutip dari laman resmi MUI, Kamis (8/7/2021).

Asrorun menyampaikan, meskipun hukum takbiran keliling ini disunnahkan, karena kita sedang dalam kondisi pandemi, maka aktivitas yang berisiko menimbulkan kerumunan harus dihindari. Ia mengatakan, pelaksanaan ibadah takbiran bisa dilakukan di mana saja sambil melakukan kegiatan lainnya. “Dalam kondisi seperti ini, muslim bisa melakukan ibadah takbir di mana saja dan sedang melakukan berbagai aktivitasnya,” ujarnya.

Selain itu, Asrorun juga mengimbau umat Islam agar tidak melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha di lapangan atau tanah luas, karena masih sah untuk dilaksanakan di rumah atau ke tempat yang bersifat terbatas. Memang disunahkan keluar rumah untuk pergi ke masjid atau ke tanah lapang dalam menunaikan shalat Idul Adha. Tetapi, karena kondisi pandemi, ia mengimbau Hal ini untuk mencegah penularan Covid-19. “Karena untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan meminimalisasi kerumunan, maka Shalat Idul Adha sebagai aktivitas sunah tetap dilaksanakan,” ungkapnya. “Tetapi pola pelaksanaanya digeser dari yang sebelumnya di tempat ibadah yang bersifat publik ke rumah dan ke tempat ibadah yang bersifat terbatas areanya,” ucap dia.

Berikut adalah bacaan takbir yang bisa dilantunkan di kediaman anda pada malam Idul Adha.

 

Lafal Arab Takbiran :

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

Lafal takbiran latin:

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd

Terjemahan atau arti dalam bahasa Indonesia:

Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah

 

Untuk lafal takbiran versi terlengkap, dapat melihat tulisan Arab, bahasa latin, dan arti selengkapnya dalam bahasa Indonesia di bawah ini.

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Lafal takbiran latin:

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..

Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.

Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar…..

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,…

wasubhaanallaahi bukrataw – wa ashillaa.

Laa – ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu

Mukhlishiina lahuddiin

Walau karihal – kaafiruun

Walau karihal munafiqun

Walau karihal musyriku

Laa – ilaaha – illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah.

Laa – ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Walau karihal munafiqun

Walau karihal musyriku

Laa – ilaaha – illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah.

Laa – ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

 

Terjemahan atau arti dalam bahasa Indonesia:

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.

Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar.

Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar

Allah maha besar dengan segala kebesaran,

Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya.

Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meski orang kafir, munafiq, dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.

Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

 

 

Author: pangeranbertopeng