Sering Dikaitkan Dengan Terorisme, Inilah Ayat Al-Quran Yang Membuktikan Islam Adalah Agama Yang Damai

Berita Islam – Setiap agama mengajarkan nilai-nilai baik untuk umatnya terapkan dalam kehidupan sehari-sehari, nilai-nilai baik juga diajarkan dalam agama Islam. Namun seiring dengan berkembangnya jaman, beberapa aliran dari agama Islam kemudian melenceng dari ajaran yang sudah diajarkan di dalam Al-Quran.

Hal tersebut kemudian membuat beberapa orang yang memiliki ajaran Islam dengan pandangan berbeda, membuat aksi teror yang kemudian membahayakan orang banyak. Memang tidak dipungkiri bahwa perbuatan terorisme yang saat ini marak terjadi disebabkan oleh kelompok ekstrimis Islam, seperti contohnya yakni kejadian 9/11 di New York, Amerika Serikat, dan kejadian bom bali yang dahulu terjadi di Indonesia.

Namun meskipun banyak kelompok ekstrimis yang menjalankan terorisme atas nama Islam, hal tersebut seharusnya tidak membuat orang menggeneralisir agama Islam. Sesungguhnya agama Islam merupakan agama yang sangat damai, hal ini disebabkan karena dalam Islam umat muslim diajarkan untuk saling toleransi, menghormati sesama, dan berlaku adil. Berikut ini merupakan kumpulan ayat-ayat Al-Quran yang membuktikan bahwa Islam adalah agama yang damai, ayat-ayat tersebut yakni :

 

1. Umat muslim dilarang membunuh manusia

Serangan teror yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis Islam merenggut banyak nyawa yang tidak bersalah. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan ajaran Islam yang melarang umat muslim untuk membunuh manusia. Larangan ini tercatat dalam surat Al-Maidah ayat 32 yang berisi :

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

min ajli żālika katabnā ‘alā banī isrā`īla annahụ mang qatala nafsam bigairi nafsin au fasādin fil-arḍi fa ka`annamā qatalan-nāsa jamī’ā, wa man aḥyāhā fa ka`annamā aḥyan-nāsa jamī’ā, wa laqad jā`at-hum rusulunā bil-bayyināti ṡumma inna kaṡīram min-hum ba’da żālika fil-arḍi lamusrifụn

artinya :

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.

Selain itu, Rasulullah SAW juga melarang umat muslim membunuh manusia karena pembunuhan termasuk ke dalam dosa besar. Bahkan untuk membunuh hewan saja, Rasulullah SAW mengharuskan umat muslim untuk bersikap baik kepada hewan sebelum hewan tersebut dibunuh. Berikut ini merupakan hadist Rasulullah SAW tentang larangan membunuh manusia :

“Barangsiapa telah membunuh seseorang yang memiliki perjanjian dengan Muslim tidak akan mencium aroma surga, meskipun aroma surga telah tercium dari jarak yang ditempuh waktu empat puluh tahun,” (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).

 

2. Umat muslim dilarang untuk memaksakan kepercayaan kepada orang lain

Bukti lainnya yang menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang damai tercatat dalam surat Al-Kafirun. Dalam surat ini, umat muslim diminta untuk tidak memaksakan kepercayaan kepada orang lain, dan juga tidak menduakan Allah SWT. Surat Al-Kafirun sendiri memiliki isi sebagai berikut :

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙلَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙوَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚوَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙوَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗلَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

qul yā ayyuhal-kāfirụn lā a’budu mā ta’budụn wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud lakum dīnukum wa liya dīn

artinya :

Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

 

3. Islam dibenci oleh orang-orang kafir

Agama Islam merupakan agama yang damai menurut surat At-Taubah, Islam sangat dibenci oleh orang-orang kafir. Berikut ini merupakan isi dari surat At-Taubah ayat 32 :

يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

yurīdụna ay yuṭfi`ụ nụrallāhi bi`afwāhihim wa ya`ballāhu illā ay yutimma nụrahụ walau karihal-kāfirụn

artinya :

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.

 

4. Islam mengajarkan untuk selalu tawakkal kepada Allah SWT

Islam menjadi agama yang damai karena umat muslim diwajibkan untuk selalu bertawakkal kepada Allah SWT dalam masalah apapun. Hal ini tercatat dalam surat Al-Anfal ayat 61 yang berbunyi :

۞ وَاِنْ جَنَحُوْا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

wa in janaḥụ lis-salmi fajnaḥ lahā wa tawakkal ‘alallāh, innahụ huwas-samī’ul-‘alīm

artinya :

Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Author: pangeranbertopeng