Mengapa Kiblat Sholat Mengarah Ke Ka’bah? Inilah Alasannya

Berita Islam – Sebagai umat muslim yang taat, kita diwajibkan untuk menunaikan ibadah Sholat 5 waktu. Sebelum Sholat, kita perlu mengambil wudhu dan juga mengarahkan Sholat ke arah kiblat. Namun saat kita melakukan ibadah Sholat, pernahkah kita bertanya-tanya kenapa umat muslim di Indonesia melakukan Sholat mengikuti arah kiblat? dan kenapa arah kiblat menuju ke Ka’bah yang berada di Mekah, Arab Saudi? Sebenarnya jawaban dari pertanyaan ini bisa kita dapatkan di Surat Al-Baqarah ayat 144 yang berbunyi :

فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ

fa walli waj-haka syaṭral-masjidil-ḥarām, wa ḥaiṡu mā kuntum fa wallụ wujụhakum syaṭrah

Artinya:

“Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.”

Dalam ayat tersebut, terlihat bahwa alasan utama umat muslim sampai saat ini melakukan ibadah Sholat mengarah sesuai kiblat, karena memang hal tersebut sudah menjadi aturan yang diberikan Allah SWT. Namun, sebelum Ka’bah dijadikan sebagai pusat kiblat, umat muslim pernah memiliki kiblat yang mengarah ke Masjidil Aqsa/Baitul Maqdis yang berlokasi di Yerusalem. Melalui Rasulullah Muhammad SAW, Allah SWT kemudian mengubah arah kiblat pada tahun kedua hijrah.

Perubahan arah kiblat ini didasari karena pada zaman dahulu, Rasulullah SAW yang tinggal di Madinah mengalami kesulitan untuk mencari posisi yang tidak membelakangi Ka’bah namun tetap menghadap ke kiblat sebelumnya yakni Masji Al-Aqsa. Selain alasan diatas, perubahan arah kiblat juga didasari karena adanya konflik diantara muslim dengan kelompok ajaran agama lain yang merasa memiliki cara ibadah yang mirip.

Selain itu Ka’bah yang saat ini berlokasi di Mekkah, Arab Saudi, menjadi rumah tempat ibadah manusia yang dibangun oleh malaikat atas perintah Allah SWT. Itulah sebabnya Allah SWT ingin umat muslim beribadah Sholat menghadap ke arah kiblat Ka’bah, karena Ka’bah merupakan tempat ibadah manusia pertama yang suci. Hal ini tercatat dalam Surat Ali Imran ayat 96 yang berbunyi :

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ

inna awwala baitiw wuḍi’a lin-nāsi lallażī bibakkata mubārakaw wa hudal lil-‘ālamīn

artinya :

Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.

Author: pangeranbertopeng