Berita Islam – Di dalam agama Islam mengajarkan untuk setiap pemeluknya agar menghormati keyakinan penganut agama lain. Oleh karena itu, Islam dikenal sebagai agama yang sangat toleran untuk agama lain. Agama yang tukus dan toleran inilah yang sangat dicintai oleh Allah SWT.
Oleh sebab itu, seluruh umat Islam harus tetap berusaha untuk mengutamakan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di dalam buku yang berjudul “40 Hadits Shahih: Terapi Nabi Mengikis Terorisme”, ada satu kutipan dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yang berbunyi:
قول النبي صلى الله عليه وسلم أحب الدين إلى الله الحنيفية السمحة
“Sabda Nabi Muhammad SAW: “Agama yang paling dicintai Allah adalah agama yang lurus dan toleran.” (HR al-Bukhari).
Di dalam buku tersebut juga menjelaskan, bahwa pada prinsipnya fitrah yang paling mendasar dari setiap manusia dan menjadi aspek yang mendasari keagamaan adalah adanya pandangan hidup yang hanif atau lurus.
Kehanifan dari agama ini menjadi ciri untuk semua ajaran yang telah dibawa Para Rasuh terdahulu selain Muhammad.
Allah berfirman:
ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Kami telah wahyukan kepada engkau (Muhammad), hendaknya engkau ikuti ajaran (millah) Ibrahim sebagai seorang yang hanif. Dia bukanlah tergolong kaum musyrik.” (QS An-Nahl: 123).
Di dalam Alquran sendiri, Ibrahim disebut tidak termasuk Yahudi atau Nasrani. Hal ini dikarenakan pada masa Muhammad umat Yahudi dan Nasrani cenderung kelompok yang eksklusif, sektarian, dan komunal.
Mereka mengakui dan mengklaim jika agama mereka merupaka satu-satunya agama kebenaran. Walaupun pada dasarnya klaim seperti ini dapat menyakiti umat agama lain, termasuk umat Islam sendiri.
“Bapak Monoteisme” sebutan atas Nabi Ibrahim juga menandakan, jika setiap ajaran yang diajarkan oleh Para Rasul mempunyai keterkaitan, di mana diyakini sebagai ajaran yang mengakui keesaan Tuhan dan pandangan hidup yang lurus.
Oleh karena itu, hadits yang disebutkan di atas memperlihatkan bahwa Islam sebagai agama yang hanif atau lurus, merupakan rahmat bagi seluruh alam.
Islam juga diturunkan untuk seluruh umat manusia tanpa membedakan jenis kelamin, warna kulit, golongan, bangsa, dan agama.