Berita Islam – Cara umat Muslim menyambung komunikasi kepada Allah SWT adalah dengan berdoa. Agar doa yang dipanjatkan mendapat keberkahan dan dikabulkan Allah SWT, umat Muslim bisa mengerjakan wasilah.
Secara etimologi, wasilah adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti “segala hal yang dapat menyampaikan serta mendekatkan seseorang kepada sesuatu”. Bentuk jamaknya adalah wasaa-il.
Al-Fairuz Abadi menerangkan dalam kitab yang bertajuk Qaamuusul Muhiith, wasilah adalah suatu amalan atau perantara yang dapat mendekatkan diri seseorang kepada Allah SWT. Agar lebih memahaminya, simak ulasan berikut ini.
Pengertian Wasilah
Menurut syariat islam, wasilah adalah segala hal yang diperintahkan di dalam Alquran agar seseorang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat Al Maidah ayat 35:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 35)
Ibnu ‘Abbas RA menjelaskan maksud wasilah dalam ayat di atas melalui Tafsiir Ibni Jarir ath-Thabari. Ia berkata: “Makna wasilah dalam surat Al Maidah ayat 35 adalah peribadahan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT (Alqurbah).”
Macam-macam Wasilah
Mengutip buku Berbahagialah karya Didi Junaedi, dalam sejumlah keterangan disebutkan bahwa secara umum ada dua macam wasilah. Pertama, wasilah yang disyariatkan (masyru’) dan kedua, wasilah yang dilarang (mamnu’).
Wasilah yang disyariatkan adalah setiap wasilah yang diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasul-Nya, sehingga mampu mendorong kita untuk melaksanakannya. Selanjutnya wasilah seperti ini adalah suatu pendekatan kepada Allah dengan taat dan mengerjakan amal-amal saleh yang disukai dan diridai-Nya.
Wasilah yang disyariatkan tersebut terbagi menjadi tiga, yakni:
- Wasilah seorang mukmin kepada Allah dengan Zat-Nya, nama-nama-Nya, dan sifat-sifat-Nya.
- Wasilah seorang mukmin kepada Allah dengan amal salehnya.
- Wasilah seorang mukmin dengan doa saudaranya yang mukmin.
Adapun wasilah yang dilarang adalah berwasilah kepada sesuatu yang menurut keyakinannya, dapat memberikan manfaat dan mudarat kepadanya. Wasilah seperti ini dapat menjerumuskan orang ke dalam syirik, sebagaimana yang dilakukan orang pada zaman jahiliah.
Orang-orang di zaman jahiliah meminta kepada patung-patung dan berhala-berhala. Mereka yakin apa yang mereka sembah itu dapat menolong, dapat memberikan manfaat dan mencegah mudarat. Berwasilah dengan cara seperti ini jelas dilarang dan merupakan perbuatan syirik.
Jenis-jenis Wasilah
Dari penjabaran sebelumnya, ada tiga jenis wasilah yang diperbolehkan dalam Islam. Mengutip buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid I karya Syaikh Abdurrazaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr, adapun penjabaran jenis-jenis wasilah sebagai berikut:
- Wasilah kepada Allah
- Wasilah Menggunakan Amal Saleh
- Wasilah kepada Allah dengan Doa Orang Saleh yang Masih Hidup