Hindari Hutang! Ini Anjuran dari Nabi Muhammad

Berita Islam – Rasulullah SAW senantiasa memohon perlindungan agar tidak terlilit oleh utang, hal ini seperti dijelaskan dalam kitab Al-Adzan No 149, Shahih Bukhari.

Hal ini seperti yang diceritakan oleh Aisyah r.a, dalam sholatnya Rasulullah berdo’a :

“Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit hutang. Lalu ada seseorang yang bertanya, “Mengapa anda banyak meminta perlindungan dari utang, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya seseorang apabila sedang berhutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering menyelisihinya.”

(HR Bukhari Muslim)

Rasulullah juga pernah menolak saat diminta untuk menyolatkan salah seorang sahabat yang meninggal dunia namun masih dia masih memiliki hutang yang belum dilunasi.

Cerita tersebut diceritakan oleh Jabir RA, saat itu seorang laki-laki meninggal dunia dan para sahabat pun memandikan jenazahnya. Setelah itu mengkafaninya dan memberinya wangi-wangian. Kemudian mereka datang kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa mayit itu.

Mereka pun berkata kepada Nabi, “Sholatkanlah jenazah ini”.

Kemudian Nabi pun bertanya, “Apakah dia mempunyai tanggungan utang?”

Mereka menjawab, “Dua dinar”,  lalu beliau pergi.

Setelah itu, Abu Qatadah menanggung semua hutangnya. Para sahabat pun kembali datang kepada Rasulullah, dan Abu Qatadah berkata, “Dua dinarnya sudah saya tanggung”.

Dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Kamu betul menanggungnya (hutang) sehingga mayit itu terlepas darinya?”.

“Ya”, jawabnya. Maka Rasûlullâh pun menyoalatinya.

Setelah hari itu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah yang telah dilakukan oleh dua dinar tersebut?”

Abu Qatadah pun berkata, “Sesungguhnya ia baru meninggal kemarin”.

Jabir berkata, Maka Rasûlullâh mengulangi pertanyaan itu keesokan harinya.

Maka Abu Qatadah berkata, “Aku telah melunasinya wahai Rasûlullâh!”.

Rasûlullâh pun bersabda, “Sekarang barulah dingin kulitnya!”.

Dalam hadits yang selanjutnya juga mengisyaratkan, seseorang yang meninggalkan hutang ketika dia meninggal akan menjadi salah satu perkara yang menghalanginya untuk masuk surga.

Dari Tsauban r.a, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan terbebas dari tiga hal: sombong, ghulul (khianat) dan hutang, maka dia akan masuk surga.”

 

Author: pangeranbertopeng