Berita Islam – Setiap bulannya, seorang wanita akan mengalami masa haid. Dalam Islam sendiri, wanita yang sedang dalam masa haid memiliki beberapa pantangan untuk melakukan ibadah. Hal ini disebabkan karena saat masa haid, wanita dianggap sedang dalam keadaan tidak suci untuk melakukan ibadah. Ibadah-ibadah yang dilarang dilakukan oleh wanita muslimah yang sedang haid diantaranya adalah sholat, membaca Al-Quran, dan berpuasa, dan melakukan haji.
Namun, meskipun ada batasan beribadah, wanita muslimah masih bisa melakukan amalan-amalan baik lainnya. Berikut ini merupakan 3 amalan baik yang masih bisa wanita muslimah lakukan saat masa haid. 3 amalan baik tersebut diantaranya yakni :
1. Berdoa & Berdzikir

Amalan pertama yang bisa dilakukan oleh wanita muslimah saat masa haid adalah berdoa dan berdzikir. Meskipun wanita muslimah saat haid tidak dibolehkan untuk melakukan sholat, namun mereka tetap bisa berdoa dengan cara lain dan bisa dilakukan kapan pun dimana pun. Saat haid, wanita muslimah masih diperbolehkan untuk membaca doa apa saja. Dengan rutin berdoa saat masa haid, kita bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menambah amalan baik dalam hidup kita.
Selain berdoa, wanita muslimah juga masih diperbolehkan untuk berdzikir kepada Allah SWT. Seperti berdoa, berdzikir juga bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun. Seorang wanita muslimah bisa melakukan dzikir dengan membaca berbagai kalimat thayyibah seperti takbir, tahlil, tasbih, tahmid, dan kalimat-kalimat thayyibah lainnya. Dengan tetap berdzikir meskipun saat masa haid, wanita muslim akan mendapatkan berkah dan amalan baik. Selain itu, berdzikir juga menjadi perbuatan untuk memohon pengampunan kepada Allah SWT.
2. Bersedekah

Selain berdoa dan berdzikir, wanita muslimah yang sedang dalam masa haid masih bisa melakukan sedekah kepada orang lain. Hal ini disebabkan karena tidak ada larangan dalam bersedekah bagi wanita muslimah yang sedang dalam masa haid. Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan dalam bersedekah, seperti contohnya yakni memberi santunan kepada fakir miskin. Bahkan dengan hanya kita tersenyum kepada orang lain hal tersebut sudah termasuk bersedekah.
Dalam surat Al-Baqarah, Allah SWT juga berfirman tentang anjuran bersedekah. Isi dari Surat Al-Baqarah ayat 195 yakni :
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn
artinya :
Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
3. Mendengarkan Bacaan Al-Quran

Amalan baik ketiga yang tetap bisa dilakukan meskipun saat masa haid adalah mendengarkan bacaan Al-Quran. Meskipun wanita muslimah saat haid tidak diperbolehkan membaca Al-Quran secara langsung, namun wanita muslimah tetap bisa mendengarkan lantunan indah dari seseorang yang sedang membaca Al-Quran. Dengan melakukan amalan baik ini, jiwa kita akan merasa tenang dan juga membantu kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aisyah RA sendiri pernah mengeluarkan hadis terkait amalan baik ini. Isi hadis dari Aisyah RA yakni :
“Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Alquran,” (HR Ibnu Majah).