Inilah Alasan Rasulullah SAW Melarang Umatnya Untuk Meniup Makanan

Berita Islam – Islam mengajarkan banyak sekali hal-hal dalam kehidupan. Salah satu hal yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah adab menyantap makanan.

Sebagai manusia, kita biasa menyajikan makanan saat makanan tersebut baru saja selesai dibuat. Oleh sebab itu, tentunya makanan tersebut akan terlalu panas untuk dimakan secara langsung. Untuk mengatasi hal tersebut, kita biasanya meniup makanan agar suhunya tidak terlalu panas untuk dimakan. Namun ternyata, perbuatan meniup makanan panas sebenarnya dilarang oleh Rasulullah SAW. Lalu, apa alasan Rasulullah SAW melarang umat muslim untuk meniup makanan saat panas?

Ternyata dibalik larangan ini, Rasulullah SAW lebih menganjurkan kita sebagai umat muslim untuk menunggu makanan agar suhunya turun secara alami, dibandingkan dengan harus meniupkan makanan secara langsung. Hal ini disebabkan karena Rasulullah SAW tidak ingin kita menghembuskan nafas di depan makanan.

Larangan ini tercantum dalam hadits Ibnu Abbas yang berkata :

“Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya”.

Selain hadits Ibnu Abbas, ada juga hadits lain yang menjelaskan tentang larangan meniup makanan pada saat panas:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang bernafas dalam sebuah wadah, atau meniup makanan dalam wadah tersebut. (H.R at-Tirmidzi).

Larangan oleh Rasulullah SAW tentang meniup makanan saat panas tidak termasuk dalam kategori haram, melainkan perbuatan ini termasuk ke dalam makruh. Makruh sendiri artinya perbuatan ini lebih baik tidak dilakukan/dihindari. Hal ini disebabkan karena menurut hadits diatas, makanan yang sudah tidak panas akan lebih besar berkahnya.

Oleh sebab itu, lebih baik kita membiarkan makanan untuk turun suhu terlebih dahulu dengan cara menunggu, dibandingkan dengan cara meniupnya secara langsung. Hal ini juga akan melatih kesabaran kita dan juga membuat kita tidak rakus dalam menyantap makanan.

Rasulullah SAW memberikan larangan ini agar umat muslim dapat makan secara perlahan dan bisa makan secara bersama-sama dengan orang sekitar sehingga bisa mendoakan orang yang menyajikan makanan agar dilimpahkan berkah.

 

Author: pangeranbertopeng