Kenapa Bayi Baru Lahir Harus Diadzani Oleh Ayah? Inilah Alasannya!

Berita Islam – Sering kali dalam suatu persalinan umat muslim, ketika sang anak baru lahir sang ayah akan mengumandangkan adzan di telinga anaknya. Mungkin kita pernah bertanya-tanya kenapa seorang ayah harus mengadzani anaknya yang baru saja lahir ke dunia? Ternyata mengumandangkan adzan ke telinga anak kita yang baru saja lahir bukanlah sebuah tradisi, melainkan memang dianjurkan dalam sebuah hadits.

Menurut beberapa hadits dan ayat-ayat Alquran, setiap bayi yang baru lahir selalu mendapat tusukan dari setan. Bahkan menurut Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW mengatakan bahwa itulah sebabnya bayi yang baru lahir menangis dan menjerit, karena bayi tersebut sedang menahan sakit dari tusukan setan. Hadits tersebut berbunyi :

“Tidak ada seorang bayi pun dari anak Adam yang terlahir kecuali ia pasti mendapat tusukan dari setan sehingga bayi itu menangis dan menjerit karenanya, kecuali Maryam dan putranya (Nabi Isa as).” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Jeritan bayi ketika lahir adalah karena mendapat tusukan setan.” (HR. Muslim).

Menurut Rasulullah SAW dalam hadist tersebut, setan datang pada saat bayi lahir karena memiliki tujuan yakni untuk mencari pengikut dan agar bayi tersebut tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah saat ia tumbuh dewasa. Oleh sebab itu, menurut Rasulullah SAW bayi dari umat muslim yang baru lahir harus diadzankan agar terhindar dari gangguan setan. Karena sejatinya, setan tidak menyukai suara adzan dan mereka akan berlari sejauh-jauhnya dan ketakutan apabila mendengar suara adzan. Tidak hanya itu saja, menurut Ibnu Abbas ra Rasulullah SAW juga menginginkan bayi tersebut mendengar adzan sebagai kalimat pertama yang mereka dengar di bumi.

 “Ajarkanlah kalimat ‘Laa ilaaha Illallahu’ kepada anak-anakmu sebagai kalimat pertama yang mereka dengar.” (HR. Al-hakim).

“Barang siapa yang mendapati seorang bayi yang dilahirkan, kemudian diadzankan di telinga kanannya dan diiqamatkan di telinga kirinya, maka ia tidak akan diganggu oleh Ummu Shibyan (setan yang selalu mengganggu anak kecil).” (HR. Ibn Sunny dari Hasan ibn Aki ra). 

Tidak hanya dalam hadits saja, dalam Al-Quran juga dijelaskan tentang anjuran seorang ayah mengadzani anak saat anak baru saja lahir. Anjuran tersebut terdapat dalam surat Ali-Imran ayat 36 yang berisi :

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَآ اُنْثٰىۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْۗ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰى ۚ وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

fa lammā waḍa’at-hā qālat rabbi innī waḍa’tuhā unṡā, wallāhu a’lamu bimā waḍa’at, wa laisaż-żakaru kal-unṡā, wa innī sammaituhā maryama wa innī u’īżuhā bika wa żurriyyatahā minasy-syaiṭānir-rajīm

artinya :

Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”

 

Author: pangeranbertopeng