Berita Islam – Kewajiban melaksanakan ibadah haji dan umrah diturunkan langsung oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Turunnya kewajiban tersebut berkaitan dengan makna haji yang dapat dirasakan oleh umat muslim yang melaksanakannya.
Sebelum membahas tentang makna haji, alangkah baiknya untuk mengetahui apa itu haji? Beserta dalil dan syaratnya.
Mengutip buku Ibadah Haji: Proses Perjalanan, Pelaksanaan dan Keutamaan Tempat & Ritual oleh Abbas Jumadi dkk, pengertian haji adalah berkunjung ke Baitullah atau Ka’bah untuk melakukan wukuf, mabit, jumroh, thawaf, sai dan amalan lainnya. Tujuan dari ibadah haji ini adalah demi memenuhi panggilan Allah dan mengharap ridha dari-Nya semata.
Dalil tentang perintah mengerjakan haji disebutkan dalam Al Quran Surat Ali Imran ayat 97 yang berbunyi:
فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ
Arab latin: Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm, wa man dakhalahụ kāna āminā, wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā’a ilaihi sabīlā, wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn
Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
Makna pelaksanaan ibadah haji bagi umat Islam dapat memengaruhi kehidupan di dunia dan akhirat kelak. Jadi, haji dapat memperbaiki dan mempererat hubungan seorang muslim dengan Allah SWT dan juga dengan sesama manusia.
Berikut rangkuman makna ibadah haji bagi umat islam dari beberapa sumber.
1. Menghapus Dosa dan Menyucikan Jiwa
Makna pelaksanaan ibadah haji bagi umat Islam selanjutnya adalah menghapus segala dosa dan menyucikan jiwa.
Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis berikut:
“Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang melakukan haji, tidak melakukan rafats dan tidak berbuat fasik ia kembali sebagaimana pada ketika ia dilahirkan oleh ibunya.”(HR Bukhari Muslim).
2. Menyaksikan Rumah Allah (Baitullah) Secara Langsung
Ibadah haji menjadi cara bagi seorang muslim untuk dapat singgah ke Baitullah atau Ka’bah yang terdapat di dalam Masjidil Haram. Selain berkunjung ke rumah Allah, kaum muslim dapat melihat situs-situs Islam bersejarah lainnya seperti makam Nabi Ibrahim dan lainnya.
Makna haji ini dapat mengajarkan jamaah untuk lebih menghayati nilai keimanan, keikhlasan, ketakwaan dan menghargai perjuangan Rasulullah SAW beserta sahabatnya dalam menyebarkan ajaran Islam.
3. Ibadah yang Paling Baik
Haji merupakan salah satu ibadah yang paling baik. Disebutkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang disetarakan dengan jihad di jalan Allah SWT. Hal ini disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya:
“Amal apakah yang paling utama? Maka beliau SAW menjawab: Iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ditanyakan lagi: Kemudian apa? Beliau SAW menjawab: Jihad di jalan Allah. Lalu ditanya lagi: Kemudian apa? Beliau SAW menjawab: Haji yang mabrur.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah)
4. Sebagai Pengingat Umat Muslim untuk Bersatu
Haji merupakan ibadah yang dapat mempertemukan banyak umat muslim dari berbagai penjuru dunia. Oleh karenanya, ibadah haji menjadi pengingat bahwa muslim harus bersatu dan memang merupakan kesatuan.
Pakaian ihram yang seragam menggambarkan bahwa tidak ada yang membedakan jamaah haji antara satu dengan yang lainnya. Hal yang membedakan tidak lain hanyalah ketakwaan mereka masing-masing.
5. Meningkatnya Kualitas Ibadah
Ibadah haji juga menanamkan semangat Ibadah dalam jiwa seorang muslim. Hal ini karena dalam pelaksanaan haji seseorang menundukkan diri dan bahkan menghinakan diri di hadapan Allah SWT yang disembah. Semua kesombongan keangkuhan, kekayaan, kekuatan, kekuasaan dan sebagainya hilang seperti halnya seseorang hamba sahaya di hadapan tuannya.
Pengampunan dosa dari Allah SWT setelah berhaji dengan ikhlas tentu akan membuat seseorang semakin bersemangat menjalankan ibadah-ibadah lain, baik wajib maupun sunnah. Sebab ia sadar betul, bahwa Allah Maha Pengampun untuk hamba-hamba yang penuh dosa.
6. Pulang dengan Pahala Berlipat Ganda
Makna pelaksanaan ibadah haji bagi umat Islam berikutnya adalah pulang ke rumah dengan pahala yang besar. Seluruh amalan ibadah haji baik sunah maupun wajib akan diganjar dengan pahala yang berlipat. Nabi Muhammad SAW bersabda:
‘Sungguh Ka’bah ini merupakan salah satu tiang Islam. Siapa saja yang berhaji mengunjungi Ka‘bah atau berumrah, maka ia menjadi tanggungan Allah. Jika ia meninggal, maka Allah memasukkannya ke surga. Jika Allah mengembalikannya kepada keluarganya, niscaya Allah memulangkannya dengan pahala dan ghanimah,’” (HR At-Thabarani)