Berita Islam – Setiap orang memiliki keimanannya sendiri-sendiri, namun beberapa diantara kita mendapatkan keimanan kita dari ajaran orang tua. Saat masih kecil, kita belum mampu memilih keimanan kita sendiri sehingga kita mengikuti keimanan yang diajarkan oleh orang tua.
Namun pada saat sudah dewasa, beberapa diantara ada yang tetap melanjutkan keimanan sejak kecil, dan ada juga yang keimanannya berubah dan berpindah keyakinan. Berpindah keyakinan sendiri dalam Islam disebut sebagai murtad, dan murtad termasuk ke dalam perbuatan dosa.
Murtad adalah sebutan untuk kondisi dimana kita sebelumnya memeluk agama Islam dan percaya kepada Allah SWT, namun setelahnya kita memutuskan untuk berpindah agama dan mempercayai keyakinan agama lain. Murtad menjadi perbuatan dosa dengan bobot dosa yang sangat berat, hal ini disebabkan karena artinya orang yang murtad sudah tidak beriman kepada Allah SWT.
Namun, meskipun ada sebutan orang yang memutuskan untuk murtad dan tidak beriman kepada Allah SWT, sebagai umat muslim kita tidak boleh menyebut orang lain sebagai orang murtad ataupun orang kafir dengan sembarangan. Nabi Muhammas SAW juga menghimbau agar umat muslim tidak melabeli orang lain sebagai kafir karena berpotensi akan memecah belah umat muslim di dunia. Himbauan ini tercatat dalam sabda Rasulullah SAW yang berisi :
“Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kata fasik, dan menuduhnya dengan kata kafir, kecuali tuduhan itu akan kembali kepada si penuduh jika orang yang tertuduh tidak seperti yang dituduhkan,” (H.R. Bukhari).
Dalam Islam sendiri, ada 3 jenis dari murtad. 3 jenis murtad dalam islam dikutib dari kitab Sullamu At-Taufiq ila Mahabbatillah ala At-Tahqiq (2013) yang ditulis oleh Abdullah bin Husain bin Tohir Asy-Syafi’i. 3 jenis murtad tersebut diantaranya yakni :
1. Murtad Akidah (Murtad I’tiqadiyah)
Murtad Akidah merupakan jenis murtad dimana seseorang sudah keluar dari agama Islam dan sudah tidak meyakini konsep keimanan dalam agama Islam. Orang-orang dengan tipe murtad akidah biasanya meragukan beberapa ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW seperti rukun iman, konsep dosa dan pahala, serta tidak percaya adanya surga dan neraka.
Selain meragukan konsep keimanan Islam, seseorang yang termasuk dalam tipe murtad akidah juga akan melakukan perbuatan dosa tanpa merasa bersalah, dosa-dosa tersebut diantaranya yakni perzinahan, tidak sholat, tidak berzakat, mencuri, dan lain sebagainya.
2. Murtad Perbuatan (Murtad Fi’liyah)
Tipe murtad yang kedua adalah murtad perbuatan, dan tipe murtad perbuatan sendiri biasanya dilakukan oleh orang-orang yang melakukan ritual-ritual yang bukan dari ajaran Islam. Ritual-ritual tersebut diantaranya seperti menyembah berhala, menyembah pohon, menyembah matahari, dan berbagai macam ritual lainnya yang menduakan Allah SWT. Ritual-ritual ini dilakukan oleh orang yang murtad karena atas dasar keinginan sendiri, jika orang tersebut melakukannya atas dasar paksaan maka perbuatannya tidak termasuk dalam kategori murtad perbuatan.
3. Murtad Ucapan (Murtad Qauliyah)
Jenis murtad yang terakhir adalah murtad ucapan. Murtad ucapan adalah tipe murtad dimana seseorang mengejek ataupun menghina nama-nama Allah SWT, dan juga menjelek-jelekkan isi Al-Quran. Selain itu, seseorang bisa disebut sebagai murtad ucapan apabila seorang muslim memberikan perkataan yang jahat kepada umat muslim lainnya seperti menuduh orang muslim disekitarnya adalah kaum kafir.