Mengenal Bilal bin Rabah, Muazin Pertama Dalam Islam

Berita Islam – Bilal bin Rabah adalah orang yang mengumandangkan azan pertama kali di dunia. Sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Bilal mendapat tugas sebagai muazin karena suara merdunya yang mampu membuat orang tergugah segera salat.

Bukan tanpa alasan Rasulullah menugaskan Bilal untuk mengumandangkan azan. Tugas mulia ini didapatkan berkat keteguhan iman Bilal kepada Allah SWT.

Bilal bin Rabah merupakan seorang budak berkulit hitam yang berasal dari Habsyah (sekarang Ethiopia). Namun, ia dibesarkan dan menetap di Kota Mekkah, menjadi budak milik Umayyah bin Khalaf.

Saat Rasulullah SAW memulai dakwahnya dan mengajak orang-orang untuk memeluk agama Islam, Bilal dan kedua orangtuanya menyambut seruan itu. Itu mengapa mereka termasuk golongan orang-orang pertama yang masuk Islam.

Kecintaan Bilal Terhadap Islam

Setelah menyatakan keislamannya, Bilal justru harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tuannya tidak setuju dengan hal tersebut. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan dalam buku ’99 Tokoh Muslim Dunia for Kids’ yang disusun oleh Salman Iskandar, bahwa Ummayah bin Khalaf memaksa Bilal untuk kembali menyembah berhala.

Bahkan Bilal mendapatkan siksaan yang tak manusiawi dari Ummayah karena tak terima budaknya tersebut masuk Islam. Bilal disiksa setiap hari dan mengalami penderitaan pada saat itu. Namun, meskipun terus menerus dipaksa menyembah berhala, Bilal tetap menyerukan bahwa dirinya tetaplah orang Islam.

Situasi yang dialami oleh Bilal akhirnya terdengar oleh telinga Abu Bakar. Dengan segera Abu Bakar menemui Ummayah untuk meminta agar Bilal dibebaskan. Ummayah pun setuju dengan catatan Abu Bakar harus membayar tebusan. Tanpa pikir panjang, Abu Bakar segera membayar uang tebusan tersebut. Akhirnya Bilal menjadi budak yang telah merdeka.

Muazin Pertama dalam Islam

Setelah dimerdekakan oleh Abu Bakar, Bilal kemudian diajak pergi ke Madinah. Ia menjadi salah satu sahabat Nabi yang selalu setia menemani Rasulullah kemanapun beliau pergi.

Hingga akhirnya Bilal ditunjuk Rasulullah sebagai orang yang pertama kali mengumandangkan adzan di Masjid Nabawi. Suaranya merdu, terdengar sangat jelas dan bersih. Biasanya, seusai mengumandangkan adzan, Bilal berdiri di depan pintu rumah dan berseru, “Hayya alash shaalah..” (Mari melaksanakan sholat). Kemudian, ketika Rasulullah keluar rumah, Bilal segera mengucapkan iqamah.

Semasa hidup Rasulullah, Bilal terus dipercaya untuk mengumandangkan adzan. Hingga ketika Rasulullah wafat, Bilal kembali ditunjuk sebagai muazin. Namun, ia tak bisa melanjutkan kumandang adzannya karena tak kuasa menahan kesedihan akibat ditinggal sosok yang begitu dikaguminya tersebut.

Sejak saat itu, Bilal selalu menolak jika ada yang memintanya mengumandangkan adzan. Ia kemudian pindah ke negeri Syam, menjauh dari semua kenangannya bersama Rasulullah SAW.

Suatu ketika, Umar bin Khattab mendatanginya dan meminta Bilal kembali mengumandangkan adzan. Awalnya Bilal menolak, tetapi setelah terus dibujuk, ia menyanggupi permintaan tersebut.

Setelah sekian lama, suara kumandang adzan Bilal kembali terdengar. Mendengarnya, Umar dan para sahabatnya menangis. Mereka mengingat masa-masa yang telah dilewati bersama Rasulullah.

Bilal bin Rabah adalah sosok yang istimewa di mata Rasulullah sampai beliau menjamin surga baginya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai Bilal, beritahukanlah kepadaku tentang perbuatan-perbuatanmu yang paling engkau harapkan manfaatnya dalam Islam. Karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara terompahmu (sejenis alas kaki) di depanku di surga.”

Bilal bin Rabah menjawab, “Tidak ada satu perbuatan pun yang pernah aku lakukan, yang lebih kuharapkan manfaatnya dalam Islam dibandingkan dengan (harapanku terhadap) perbuatanku yang senantiasa melakukan shalat (sunah) yang mampu aku lakukan setiap selesai bersuci (wudhu) dengan sempurna di waktu siang ataupun malam.”

Author: pangeranbertopeng