Meningkatnya Seni dan Budaya Jaman Dinasti Abbasiyah

Berita Islam – Seni dan seniman pada masa Dinasti Abbasiyah berkembang begitu pesat. Abbasiyah adalah kekhalifahan yang berkuasa mulai tahun 750 sampai 1258. Kejayaan Islam pada masa tersebut ditandai dengan pesatnya perkembangan berbagai aspek, salah satunya bidang seni dan budaya.

Pada masa Dinasti Abbasiyah, perkembangan seni dan budaya sangat signifikan seiring dengan perubahan peradaban umat Islam dari kehidupan desa yang sederhana ke kehidupan kota yang sejahtera.

Faktor majunya seni dan budaya Dinasti Abbasiyah

Pada masa Dinasti Abbasiyah, perkembangan seni dan budaya terasa sangat signifikan, sesuai perubahan kehidupan umat Islam dari kehidupan badawah (desa) yang sederhana ke kehidupan kota yang makmur.

Seni dan budaya tumbuh bersama dengan kehidupan agama Islam yang dipeluk oleh masyarakat Abbasiyah. Dengan ditaklukkannya wilayah-wilayah yang dulu menjadi pusat budaya, maka bertemulah bentuk budaya dari beraneka ragam etnis yang kemudian melebur dan berkembang dalam suasana Islami. Sikap Islam dalam menerima kebudayaan dari luar dapat berupa absorbsi (penyerapan), modifikasi (penyesuaian), dan eliminasi (pemisahan).

Pembauran tiga sikap tersebut dengan nilai-nilai Islam melahirkan corak kebudayaan baru berupa karya seni dan budaya yang bermutu tinggi. Salah satu penyebab kemajuan peradaban Islam dalam bidang seni budaya dan sastra pada Dinasti Abbasiyah adalah adanya asimilasi antara bangsa Arab dan etnis-etnis lain yang lebih dulu maju dalam bidang seni. Selain itu, pengaruh Persia juga menjadi faktor berkembangnya seni dan budaya pada masa Dinasti Abbasiyah.

Seni dan Seniman pada Masa Dinasti Abbasiyah

Seni dan seniman pada masa Dinasti Abbasiyah pada dasarnya sudah berkembang sebelum kekhalifahan ini berkuasa. Dengan dikuasainya wilayah-wilayah yang pernah menjadi pusat budaya, maka kebudayaan tersebut semakin beraneka ragam dan melebur dalam nuansa yang lebih islami.

Pada seniman dan budayawan yang masyur pada masa itu adalah Abu Tammam, Abu Al-Faraj. Ibnu Mukaffa, Abu Nawas, Al-Jahiz, dan masih banyak lagi.

Kemajuan Dinasti Abbasiyah di Bidang Seni

Kesenian pada masa Dinasti Abbasiyah terdiri dari beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.

  1. Seni Sastra

Seni sastra pada masa Dinasti Abbasiyah berkembang sangat pesat dengan hadirnya para sastrawan, mereka diberi kebebasan untuk berkarya dan tidak ada kekangan apa pun untuk mempertahankan kemurnian Arab. Contoh seni sastra yang berkembang di masa itu, yakni puisi, prosa, syair, dan novel.

  1. Seni musik

Seni musik pada dasarnya telah berkembang sejak zaman jahiliyah. Sejak Islam datang, ada pendapat yang mengatakan bahwa musik haram, namun ada pula pendapat yang menilai bahwa musik diperbolehkan.

Meskipun demikian, seni musik pada zaman Abbasiyah mengalami perkembangan yang signifikan. Beberapa alat musik yang digunakan pada masa itu adalah kecapi, alboka, keyboard gesek, hurdy gurdy,  timpani, dan masih banyak lagi.

  1. Seni Arsitektur

Di bidang arsitektur, Bani Abbasiyah mengembangkan ciri khas tersendiri, terutama dalam hal dekorasi bangunan. Bangunan-bangunan pada masa Abbasiyah umumnya didirikan menggunakan batu bata. Bukti kemajuan peradaban masa Dinasti Abbasiyah di bidang seni arsitektur dapat dilihat pada bangunan istana dan masjid.

Beberapa istana yang dibangun pada masa Dinasti Abbasiyah di antaranya, Istana Ukhaidir, Istana Qashru al-Dzahab, Istana Jawsaq al-Khaqani, dan Istana Qasr al-‘Ashiq. Sedangkan keunikan arsitektur masjid dari masa Dinasti Abbasiyah dapat disaksikan pada Masjid Agung Samarra, Masjid Al-Mansur, Masjid Ibnu Tulun, dan Masjid Al-Khulafa.

Author: pangeranbertopeng