Berita Islam – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kembali menyatakan bahwa ada pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah China kepada etnis minoritas muslim Uighur di wilayah Xinjiang. Tidak hanya merampas hak-hak individual saja, PBB juga menyebutkan bahwa terjadi diskriminasi terhadap warga etnis Uighur di China.
“Pelanggaran hak asasi manusia yang serius telah dilakukan di Wilayah Otonomi Xinjiang Uighur (XUAR) dalam konteks penerapan strategi kontra-terorisme dan kontra-‘ekstremisme’ pemerintah,” kata laporan dari PBB, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (1/9/2022).
Selain itu, laporan PBB juga menyebutkan bahwa etnis minoritas Uighur juga mendapatkan penyiksaan dan perlakuan buruk. Beberapa contohnya yakni seperti penahanan yang tidak sesuai prosedur dan juga perawatan medis paksa. Kekerasan seksual berbasis gender juga disebutkan dalam laporan PBB, bahkan dikatakan bahwa kekerasan tersebut dilakukan oleh pejabat berwenang kepada etnis Uighur.
“Tingkat penahanan sewenang-wenang dan diskriminatif terhadap anggota Uighur dan kelompok mayoritas Muslim lainnya, sesuai dengan hukum dan kebijakan, dalam konteks pembatasan dan perampasan lebih umum hak-hak dasar yang dinikmati secara individu dan kolektif, dapat merupakan kejahatan internasional, khususnya kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata laporan itu menambahkan.

Dilansir dari CNBC Indonesia, laporan terkait pelanggaran HAM oleh China kepada etnis minoritas muslim Uighur ini dirilis 13 menit sebelum masa jabatan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, berakhir. Bachelet sendiri mengatakan bahwa isu ini sangat penting sehingga ia memutuskan untus merilis laporan tersebut sebelum masa jabatannya sebagai Komisaris Tinggi PBB HAM berakhir.
“Masalahnya serius dan saya mengangkatnya dengan otoritas nasional dan regional tingkat tinggi di negara ini,” ujar Bachelet.
Di lain sisi, China menentang laporan PBB terkait dugaan pelanggaran HAM yang mereka lakukan. Duta besar China untuk PBB di New York, Zhang Jun, mengatakan bahwa laporan ini hanya didasari oleh penilaian politis saja.
“Yang disebut masalah Xinjiang adalah kebohongan yang sepenuhnya dibuat-buat dari motivasi politik dan tujuannya jelas untuk merusak stabilitas China dan untuk menghalangi pembangunan China,” ucap Zhang kepada wartawan, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (1/9/2022).
“Itu hanya merusak kerja sama antara PBB dan negara anggota. Ini benar-benar mencampuri urusan dalam negeri China.” kata Zhang menambahkan.
Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20220901071341-4-368315/tiba-tiba-pbb-gebuk-china-terkait-muslim-ada-apa