Berita Islam – Sebagai seorang umat yang beragama islam secara umum pastinya akan tahu mengenai kisah-kisah nabi yang selalu diceritakan ketika mendengar ceramah agama baik itu di masjid, sekolah, ataupun tempat lainnya yang sedang mengadakan acara keagamaan.
Seperti yang diketahui kisah-kisah nabi adalah kisah nyata yang pernah terjadi berabad-abad silam sebagai bagian dari sejarah perkembangan agama islam hingga saat ini. Iman kepada para nabi dan rasul adalah rukun iman yang keempat. Bagi umat Islam, rukun iman adalah hal yang harus diamalkan. Sebelum menumbuhkan iman kepada para nabi dan rasul, seseorang harus terlebih dahulu memahami dan mempelajari kisah, mukjizat, sejarah, dan perjalanan seluruh ke-25 nabi dan rasul.
Tidak terkecuali bagi Nabi Sulaiman A.S yang juga merupakan seorang raja pada zamannya namun tetap memiliki sifat dermawan. Nabi Sulaiman AS merupakan salah satu dari 25 nabi yang diutus oleh Allah SWT. Seperti kisah nabi lainnya, kisahnya banyak disebutkan melalui ayat-ayat firman Allah SWT di Al-Qur’an. Menariknya, kisahnya tersebar melalui ayat-ayat di surah yang berbeda dalam Al-Qur’an.
Mengutip buku AlQuran dan Prinsip Ketatanegaraan Studi Kisah Nabi Sulaiman oleh Agus Rizal dkk., kisah Nabi Sulaiman ditemukan pada 16 ayat yang tersebar dalam 7 surah di dalam Al-Qur’an. Sejumlah ayat tersebut menyebutkan kata kunci Sulaiman. Tujuh surahnya antara lain Al-Baqarah, An-Nisa, Al-An’am, Al-Anbiya, An-Naml, Saba, dan Sad.
Seperti apa kisah Nabi Sulaiman sejak lahir hingga wafat secara singkat? Simak kisahnya berikut ini ya, sobat!
Masa Muda Nabi Sulaiman
Dikutip dari buku Kisah Teladan Menakjubkan 25 Nabi karya Ariany Syurfah, M.Pd, Nabi Sulaiman lahir di Palestina. Nabi Sulaiman merupakan anak dari Nabi Daud AS. Al-Quran menjelaskan bahwa Nabi Sulaiman AS sejak usianya yang masih kecil telah menunjukkan kesalehan dan ketaatannya kepada Allah.
Hadirnya Nabi Sulaiman di tengah-tengah keluarga merupakan anugerah untuk keluarganya, terutama bagi sang ayah, Nabi Daud AS. Menginjak remaja, Nabi Sulaiman menunjukkan kecerdasannya. Ini berkat doa sang ayah yang menginginkan agar diberi seorang anak yang cerdas.
Selain cerdas, Nabi Sulaiman dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan dapat membuat keputusan yang adil. Suatu ketika, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman bertemu dengan pemilik kebun dan pemilik kambing. Pemilik kebun ingin minta ganti rugi pada pemilik kambing karena kebunnya telah dirusak kambing.
Mulanya, Nabi Daud AS meminta pemilik kambing untuk ganti kerusakan. Namun, Nabi Sulaiman AS memberikan pendapat yang mana ternyata menguntungkan kedua belah pihak. Pemilik kambing menyerahkan kambingnya, tapi pemilik kebun harus merawat kambing. Sementara, pemilik kambing harus merawat kebun agar keadaan seperti semula.
Mukjizat Nabi Sulaiman
Sepanjang hidupnya, Nabi Sulaiman AS diberikan kelebihan atau mukjizat yang tak dimiliki manusia lain. Dalam firman Allah SWT surat Al-Anbiya 78-79, Allah memberikan Sulaiman pemahaman hukum sehingga ia dapat memutuskan suatu keputusan yang adil dan mendekati kemaslahatan.
Allah memberikan kelebihan banyak kepada Nabi Sulaiman AS di antaranya kemampuan menundukkan angin sesuai perintahnya. Hal tersebut ada dalam surat Saba ayat 12:
”Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula).”
Mukjizat lain yang diberikan kepada Nabi Sulaiman AS adalah kemampuannya menundukkan jin dan setan. Ia perintahkan kepada mereka untuk mengerjakan senya hal yang diperlukan. Hal ini disampaikan melalui firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 82. Setiap setan yang membangkang akan dihukum ke dalam neraka. Ini tertuang dalam firman Allah SWT, Sad (37-38) dan Saba (12-13).
Mukjizat lain yang diberikan Allah kepada Nabi Sulaiman adalah kemampuan berbicara dan mengerti bahasa burung dan semut.
Wafatnya Nabi Sulaiman
Mengutip buku Menengok Kisah 25 Nabi Rasul karya Ahmad Fatih, Nabi Sulaiman As wafat di usia 66 tahun, Nabi Sulaiman meninggal dengan cara yang berbeda dibandingkan manusia lainnya. Ia meninggal saat duduk di atas kursi. Kematiannya baru diketahui setelah tongkat miliknya dimakan rayap.
Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam surat Saba ayat 13:
”Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.”
Dari kisah Nabi Sulaiman terdapat sejumlah pelajaran yang bisa dipetik untuk kecil, terutama pada karakter dan sikapnya semasa hidup. Nabi Sulaiman AS mampu bersikap bijaksana dan adil. Ia cerdas dan tidak pernah menyombongkan diri walaupun memiliki banyak keahlian.