Saat Lapar, Mana yang Didahulukan? Makan atau Sholat?

Berita Islam – Ketika dalam kondisi normal, diperintahkan bagi seorang Muslim untuk menyegerakan sholat, saat waktu sholat telah tiba. Tetapi, lain halnya jika dalam kondisi yang berbeda, seperti contohnya ketika lapar, lalu kita melihat ada makanan di depan mata. Namun kita mendengar suara adzan telah berkumandang, mana yang seharusnya kita dahulukan?

Di dalam buku karya Musthafa Al Bugha Dkk, Fikih Shalat Imam Syafii, dijelaskan, bahwa Imam Syafii memiliki pendapat, jika telah tiba waktu untuk sholat, namun di hadapan dia ada makanan yang sudah terhidang dan ia berada dalam kondisi lapar, maka dianjurkan untuk mendahulukan makan dibandingkan dengan sholat.

Mengapa demikian? Ini semua dilakukan agar nantinya ketia dia sedang sholat, tujuan fokus berpikirnya dalam sholat hanya kepada Allah SWT. Bukan kepada pikiran, saya lapar dan memikirkan makanan yang sudh terlihat terhidang di depan mata.

Pendapat dari Imam Syafii ini disandarkan pada Hadist HR. Bukhari no. 672 dan Muslim no 557 menjelaskan hal tersebut;

إِذَا قُدِّمَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ أَنْ تُصَلُّوا صَلاَةَ الْمَغْرِبِ ، وَلاَ تَعْجَلُوا عَنْ عَشَائِكُمْ

Yang memiliki arti : Apabila makan malam sudah tersaji, maka dahulukanlah makan malam tersebut dari shalat maghrib. Dan janganlah kalian tergesa-gesa dari makan kalian.

Imam Syafii juga berpendapat, apabila seseorang tetap mendahulukan sholat ketimbang makan padahal ia sedang dalam kondisi yang lapar, maka makruh hukumnya melaksanakan sholat itu.

Sebab. kefokusan dalam beribadah inilah yang menjadi poin inti dan ditekankan dalam agama ketika seorang hamba menjalankan ibadah sholatnya.

 

Author: pangeranbertopeng