Berita Islam – Gerhana Bulan adalah salah satu fenomena alam luar biasa, Gerhana bulan juga salah satu bukti kekuasaan Allah SWT yang menciptakan alam raya dan seisinya. Gerhana Bulan Total (GBT) atau juga dapat disebut Blood Moon muncul pada 26 Mei 2021. Gerhana Bulan Total kali ini juga disebut Super Flower Blood Moon Eclipse. Disebut Super Blood Moon karena bulan dari kejauhan terlihat berwarna oranye dengan semburat kemerahan seperti darah dan karena bulan purnama, satelit Bumi akan tampak sangat besar juga. Gerhana bulan 2021 yang total ini terjadi saat Bumi berada di antara matahari dan bulan, menghalangi sinar matahari untuk mencapai satelit secara langsung.
Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB , 16.46.12 WITA , 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah. Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB , 17.44.38 WITA ,18.44.38 3 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, dan Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB , 19.09.21 WITA , 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatra Barat.
Saat terjadi peristiwa gerhana bulan maupun matahari, Umat Muslim dianjurkan melakukan sholat gerhana secara berjemaah yang disertai khutbah, memanjatkan doa dan banyak membaca istighfar. Sholat gerhana bulan dapat dikerjakan sejak terjadinya gerhana hingga bulan muncul kembali. Apabila bulan sudah muncul kembali, waktu pelaksanaan shalat gerhana sudah habis dan tidak disunnahkan qadho. Hukum sholat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan yaitu sunnah mu’akkadah dengan kesepakatan para ahli fikih (al-Fiqh al-Islami 2/545).
Sholat gerhana bulan maupun gerhana matahari dapat dilakukan berjemaah baik di masjid maupun tanah lapang. Sholat gerhana bulan dan matahari dikerjakan secara berjemaah, mengikuti cara Rasulullah SAW. Dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. Sholat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz “As-Shalatu Jamiah”.
Dalilnya adalah hadits berikut :
لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ
Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah”. (HR. Bukhari). Juga disunnahkan untuk mandi sunnah sebelum melakukan shalat gerhana, sebab shalat ini disunnahkan untuk dikerjakan dengan berjamaah.
Menurut pendapat As-Syafi’iyah, dalam shalat gerhana disyariatkan untuk disampaikan khutbah di dalamnya. Khutbahnya seperti layaknya khutbah Idul Fithri dan Idul Adha dan juga khutbah Jumat. Dalilnya adalah hadits Aisyah ra berikut ini :
أَنَّ النَّبِيَّ لَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَامَ وَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَال : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَل لاَ يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Dari Aisyah ra berkata,”Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah. (HR. Bukhari Muslim).
Rasulullah SAW dalam khutbahnya menyampaikan kepada para umat untuk bertaubat dari dosa serta untuk mengerjakan kebajikan dengan bersedekah, doa dan istighfar (minta ampun) Disunnahkan apabila datang gerhana untuk memperbanyak doa, dzikir, takbir dan sedekah, selain shalat gerhana itu sendiri.
فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Apabila kamu menyaksikannya maka berdoalah kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Berikut Panduan lengkap Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
1. Memulai sholat dengan membaca niat sholat gerhana bulan
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى
Ushallii sunnatal khusuufi rak‘ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta‘aalaa.
Saya sholat Sunnah Khusuf dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah
Niat Shalat Gerhana Bulan Sendirian
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallii sunnatal khusuufi rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.
Saya sholat Khusuf sendirian dua rakaat karena Allah.
2. Mengucap takbir saat takbiratul ihram sambil membaca niat dalam hati.
3. Membaca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu membaca Surat Al-Baqarah atau surt lainnya namun dibacakan secara lantang
4. Rukuk sambil membaca tasbih selama 100 ayat Surat Al-Baqarah.
5. I’tidal dengan tidak membaca doa I’tidal akan tetapi membaca Surat Al-Fatihah. Setelah itu membaca Surat Ali Imran
6. Rukuk dengan bacaan tasbih selagi membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
7. Baru setelah itu I’tidal dengan membaca doa I’tidal.
8. Sujud dengan bacaan tasbih selama rukuk pertama/awal.
9. Selanjutnya duduk diantara dua sujud
10. Kemudian sujud kedua dengan bacaan tasbih selama rukuk kedua.
11. Duduk sejenak sebelum bangun untuk mengerjakan rakaat kedua.
12. thank youSetelah itu, mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja letak perbedaannya, pada rakaat kedua pada berdiri yang pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan pada berdiri yang kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.
13. Salam seperti akhir shalat pada umumnya
14. Imam atau orang yang diberi tugas/wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah yang berisi agar jamaah beristighfar, semakin takwa dan dekat kepada Allah, tobat, sedekah, memerdedakan budak dan lain sebagainya.
Keutamaan Sholat Gerhana Bulan Atau Gerhana Matahari
Keutamaan sholat gerhana bulan maupun gerhana matahari yakni ;
1.Menghadirkan rasa takut kepada Allah
2.Mempertebal iman atas peristiwa alam yang terjadi.
3.Mengingat tanda-tanda kejadian hari kiamat
4.Takut dengan azab Allah atas dosa-dosa yang dilakukan.