Suka Membaca Ramalan? Inilah Hal Yang Umat Muslim Harus Ketahui Tentang Larangan Percaya Ramalan

Berita Islam – Sejak zaman dahulu sampai saat ini, ramalan seperti zodiak ataupun tarot masih dipercaya oleh banyak orang. Ramalan-ramalan sendiri merupakan suatu prediksi tentang masa depan seseorang, sehingga kita bisa mengetahui bagaimana keuangan, percintaan, dan keberuntungan kita di masa depan.

Banyak orang percaya dengan hal tersebut dan menganggap ramalan merupakan sebuah hal yang sepele yang tidak menimbulkan dosa. Pikiran ini tentunya salah jika dilihat dalam perspektif Islam, karena umat muslim dilarang untuk mempercayai ramalan mengenai masa depan.

Lalu sebenarnya kenapa umat muslim dilarang untuk mempercayai segala jenis bentuk ramalan? Hal ini disebabkan karena Islam percaya bahwa tidak ada satupun di dunia ini selain Allah SWT yang mengetahui masa depan dan garis hidup setiap manusia. Percaya pada ramalan sendiri merupakan perbuatan yang syirik, artinya jika umat muslim percaya pada bentuk ramalan yang memprediksi masa depan mereka, maka hal tersebut sama saja dengan mereka meremehkan kuasa Allah SWT.

Pada dasarnya Allah SWT merupakan yang maha kuasa dari segala apapun yang ada di bumi, sehingga seharusnya umat muslim percaya tidak ada mahluk hidup apapun yang bisa menandingi kuasa dari Allah SWT. Larangan untuk tidak percaya pada ramalan masa depan juga dibuat agar umat muslim selalu berserah dan percaya kepada takdir dari Allah SWT.

Perbuatan syirik dari perilaku percaya pada ramalan masa depan juga memiliki dosa yang sangat besar untuk umat muslim. Pada masa zaman Nabi Muhammad SAW banyak orang jahiliyah yang mempercayai ramalan, hal tersebut kemudian membuat mereka terjerumus ke dalam jurang kesyirikan.

Dalam Al-Quran sendiri ada ayat yang menunjukkan kuasa Allah SWT mengenai masa depan. Surat tersebut yakni Surat An-Naml ayat 65 yang berisi :

قُلْ لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗوَمَا يَشْعُرُوْنَ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ

qul lā ya’lamu man fis-samāwāti wal-arḍil-gaiba illallāh, wa mā yasy’urụna ayyāna yub’aṡụn

artinya :

Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.”

 

Author: pangeranbertopeng