Berita Islam – Kematian adalah rahasia yang hanya Tuhan yang tahu. Namun, seseorang akan menunjukkan beberapa tanda ketika mereka hampir mendekati ajal kematiannya.
Terdapat beberapa tanda yang dapat dirasakan saat orang akan meninggal dunia dalam ajaran Islam. Kematian merupakan rahasia ilahi yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Hal ini telah termaktub dalam surah Luqman ayat 34 yang berbunyi,
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ ٣٤
Artinya: “Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”
Allah SWT selalu memberikan tanda-tanda kepada seseorang sebelum ia meninggal dunia. Tanda tersebut diberikan dengan tujuan agar orang beriman dapat mempersiapkan bekal-bekal yang diperlukan di akhirat kelak, misalnya memperbanyak amal saleh, memperbanyak waktu untuk bermunajat kepada Allah SWT dan lain sebagainya.
100 Hari Sebelum Meninggal
Biasanya, 100 hari sebelum seseorang meninggal dunia akan dirasakan pada waktu asar. Seseorang akan merasakan suhu tubuh yang berubah menjadi lebih dingin. Jadi, orang tersebut akan menggigil dari ujung kaki hingga ujung rambut.
40 Hari Sebelum Meninggal
Ciri-ciri ini akan muncul ketika waktu asar. Pada saat itu, bagian pusat tubuh akan berdenyut-denyut. Hal ini merupakan salah satu tanda jika daun yang terdapat tulisan nama orang yang akan meninggal, sudah gugur dari pohon yang berada di Arsy Allah Swt.
7 Hari Sebelum Meninggal
Pada tahap ini, seseorang yang akan meninggal biasanya akan diberikan ujian berupa sakit. Sering kali orang yang sedang sakit tidak mempunyai selera makan. Akan tetapi, sebaliknya, orang yang dalam 7 hari akan meninggal justru mempunyai selera makan yang meningkat.
3 Hari Sebelum Meninggal
Dalam fase ini, orang yang akan meninggal akan diberikan ciri-ciri yaitu diberikan tanda berupa denyutan di area tengah dahinya. Kemudian pada bagian hitam bola matanya juga tidak akan bersinar seperti hari biasanya.
Apabila orang tersebut sakit, telinganya akan terlihat sedikit layu dan pada bagian ujungnya akan masuk ke dalam. Selain itu, bagian telapak kakinya akan sulit digerakkan.
1 Hari Sebelum Meninggal
Orang yang waktunya tersisa satu hari lagi akan merasakan ciri-ciri kematian pada waktu asar. Orang tersebut akan merasakan denyutan pada bagian belakang kepala. Hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa tidak bisa menemui waktu asar di hari besoknya.
Ciri Akhir Sebelum Meninggal
Adapun tanda terakhir yang akan kita rasakan sebelum kematian adalah hawa sejuk di bagian pusar, lalu turun ke pinggang dan kembali naik hingga di sekitar jakun (pangkal leher).
Biasanya, keluarga yang akan ditinggal bisa merasakan hawa sejuk tersebut dengan menempelkan tangan di bagian perut. Saat-saat seperti itulah dianjurkan untuk memperbanyak membaca kalimat tauhid dan istigfar.
Jika muslim melihat orang yang sedang mengalami masa-masa seperti itu, ada baiknya jika kita menuntunnya untuk memperbanyak berzikir atau cukup dengan membaca kalimat tauhid dan istigfar. Semua itu dilakukan semata-mata agar Allah SWT bisa memaafkan kesalahan kita atau orang yang akan meninggal dunia.
Anjuran untuk Berdoa bagi Orang yang Akan Meninggal
Ustaz Syarif Hidayat dalam bukunya Menjemput Maut Bersama Rasulullah, menyebutkan apabila seseorang merasakan tanda-tanda yang telah dijelaskan sebelumnya maka disunahkan untuk mendoakan dirinya sendiri.
Seperti yang diriwayatkan dari Ubbad bin Abdullah bin Az-Zubair, bahwa Aisyah mengabarkan kepadanya bahwa ia mendengar dan menyimak Nabi SAW sebelum beliau meninggal sambil bersandar pada punggungnya, beliau berdoa, “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, dan pertemukanlah aku dengan teman yang mulia.” (HR Bukhari)
Wallahu a’lam.