Tata Cara Melakukan Aqiqah Dalam Islam

Berita Islam – Aqiqah merupakan salah satu perayaan yang digelar oleh orang tua muslim atas kelahiran bayi mereka. Aqiqah disebut juga sebagai tasyakuran karena menjadi bentuk rasa syukur yang dipanjatkan.

Rasa syukur orang tua salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan aqiqah. Aqiqah dilaksanakan dengan menyembelih binatang ternak lalu dibagikan kepada kerabat dan tetangga.

Aqiqah merupakan ajaran dalam agama Islam yang dilakukan ketika memiliki anak. Anjuran melaksanakan aqiqah ini sesuai ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Saw.

Maka dari itu setiap muslim harus mengetahui tata cara aqiqah untuk anak sesuai tuntunan Rasulullah Saw.

Dengan mengetahui tata cara aqiqah yang sesuai sunnah, umat muslim bisa menjalankan hidupnya dengan tenang karena sudah menjalankan ibadah yang dieprintahkan oleh Allah Swt.

Berikut tata cara aqiqah bayi yang baru lahir seperti dilansir dari berbagai sumber:

    1. Menyembelih kambing
    2. Memasak daging hewan aqiqah
    3. Memakan sebagian daging
    4. Mencukur rambut dan memberi nama bayi
    5. Membaca doa saat mencukur rambut

Hukum Aqiqah Anak

Pelaksanaan aqiqah adalah ajaran Rasulullah SAW. Dilihat dari sisi hukumnya, aqiqah dibedakan menjadi dua yaitu berhukum sunnah dan wajib. Pembagian ini berdasarkan pada dalil-dalil dan tafsir yang telah dilakukan oleh para ulama.

Secara sunnah, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang harus diutamakan. Artinya, apabila seorang muslim mampu melaksanakannya (karena mempunyai harta yang cukup) maka ia dianjurkan untuk melakukan aqiqah bagi anaknya saat anak tersebut masih bayi. Sementara bagi orang yang kurang atau tidak mampu, pelaksanaan aqiqah dapat ditiadakan.

Secara wajib, menurut hadist riwayat Ahmad yang berbunyi “Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” (HR Ahmad), aqiqah wajib dilakukan. Dengan berpatokan pada hadist di atas, para ulama menafsirkan bahwasanya seorang anak tidak dapat memberi syafaat pada orangtuanya apabila ia belum diaqiqah. Meski demikian, pendapat ini masih kalah dengan pendapat bahwa aqiqah adalah sunnah sehingga ditolak oleh banyak ulama.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah Menurut Islam

Penentuan waktu pelaksanaan hari ke-7 disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah.

Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah menyatakan bahwa apabila bayi lahir di siang hari, maka sudah terhitung sebagai hari pertama dari tujuh hari. Sementara itu, apabila bayi lahir pada malam hari, maka hari pertama dihitung pada hari berikutnya.

Hikmah dari Menjalankan Aqiqah Bagi Umat Islam

Banyak hikmah dan keutamaan yang dapat dipetik dan diraih dari proses pelaksanaan ibadah aqiqah, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Aqiqah membantu dalam mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT atas karuniaNya berupa kelahiran seorang anak. Karena nantinya anak tersebut diharapkan dapat menjadi penerus yang sholeh dan sholehah bagi keluarganya. Melaksanakan aqiqah berarti meneladani dan mengikuti sunnah dari Rasulullah SAW. Aqiqah adalah momen untuk berbagi pada sesama dan mempererat tali persaudaraan serta silaturahmi. Aqiqah adalah bentuk perasaan gembira dan upaya membagikan kegembiraan tersebut pada orang lain.

Author: pangeranbertopeng