Berita Islam – Dalam setiap melakukan ibadah, umat muslim sebelumnya wajib untuk berwudhu terlebih dahulu. Berwudhu sendiri merupakan salah satu cara untuk kita membersihkan hadas kecil sebelum beribadah ke Allah SWT. Tidak hanya membasuh beberapa bagian tubuh saja, wudhu sendiri juga diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan, karena dapat menjaga kesehatan kulit dan juga mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Selain bermanfaat, berikut ini merupakan hikmah agung dari berwudhu :
1. Berwudhu dapat menghapus dosa-dosa
Salah satu keutamaan dari berwudhu adalah wudhu mampu menghapus dosa-dosa umat muslim, sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya tentang keutamaan wudu oleh salah seorang sahabat, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,
مَا مِنْكُمْ رَجُلٌ يُقَرِّبُ وَضُوءَهُ فَيَتَمَضْمَضُ، وَيَسْتَنْشِقُ فَيَنْتَثِرُ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ، وَفِيهِ وَخَيَاشِيمِهِ، ثُمَّ إِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ كَمَا أَمَرَهُ اللهُ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ مِنْ أَطْرَافِ لِحْيَتِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا يَدَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَمْسَحُ رَأْسَهُ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رَأْسِهِ مِنْ أَطْرَافِ شَعْرِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رِجْلَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ، فَإِنْ هُوَ قَامَ فَصَلَّى، فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَمَجَّدَهُ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ، وَفَرَّغَ قَلْبَهُ لِلَّهِ، إِلَّا انْصَرَفَ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Tidak ada seorang pun yang mendekatkan air wudunya, lalu dia berkumur, kemudian memasukkan air ke hidungnya lalu mengeluarkannya, kecuali akan berjatuhan kesalahan-kesalahan wajahnya, kesalahan-kesalahan mulutnya, dan kesalahan-kesalahan hidungnya. Jika dia mencuci wajahnya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah, maka kesalahan-kesalahan wajahnya akan berjatuhan bersama tetesan air dari ujung jenggotnya. Kemudian jika dia mencuci kedua tangannya sampai siku, maka kesalahan-kesalahan tangannya akan berjatuhan bersama air lewat jari-jemarinya. Kemudian jika ia mengusap kepala, maka kesalahan-kesalahan kepalanya akan berjatuhan melalui ujung rambutnya bersama air. Kemudian jika dia mencuci kakinya sampai mata kaki, maka kesalahan kedua kakinya akan berjatuhan melalui jari-jari kakinya bersama tetesan air. Jika ia berdiri lalu salat, kemudian dia memuji Allah, menyanjung, dan mengagungkan-Nya dengan pujian dan sanjungan yang menjadi hak-Nya serta mengosongkan hatinya hanya untuk Allah, maka dia akan terlepas dari kesalahan-kesalahannya seperti pada hari ia dilahirkan dari perut ibunya.“ (Muttafaqun ’alaihi)
Dalam melakukan wudhu sendiri, ada beberapa bagian tubuh yang umat muslim wajib basuh sebelum beribadah, yakni (1) wajah (termasuk mata dan mulut), (2) kepala (termasuk telinga), (3) tangan, dan (4) kaki. Keempat bagian tubuh ini diwajibkan untuk dibasuh saat berwudhu karena bagian tubuh ini paling banyak bergerak dan melakukan perbuatan dosa. Oleh sebab itu, wudhu diwajibkan untuk dilakukan karena sebagai peringatan untuk manusia untuk selalu membersihkan diri dan hati sebelum beribadah ke Allah SWT. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa kesalahan atau dosa manusia yang disebabkan karena anggota tubuhnya dapat dihapus bersamaan dengan setiap tetesan air wudhu yang membasuhi bagian tubuh manusia.
2. Berwudhu dapat menyucikan badan dan sekaligus menyucikan hati
Keutamaan dari berwudhu adalah mampu menyucikan badan dan hati. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, setelah berwudhu kita perlu membaca dua kalimat syahadat untuk memperbarui iman kita. Perbuatan ini menjadi salah satu bentuk penyucian, karena disimbolkan sebagai penyucian tubuh melalui basuhan air wudhu, sekaligus penyucian hati melalui dua kalimat syahadat yang diucapkan setelah berwudhu.
3. Kesempurnaan nikmat Allah Ta’ala dengan terhapusnya dosa saat berwudu
Dosa-dosa umat muslim akan terhapus saat berwudhu. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam ayat terakhir mengenai perintah wudu,
مَا يُرِيدُ اللّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـكِن يُرِيدُ لِيُطَهَّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.“ (QS. Al Maidah: 6)
4. Berwudu adalah sifat orang yang beriman
Dalam awalan pembuka ayat perintah berwudhu, Allah Ta’ala memanggil hamba-Nya dengan panggilan penuh kemuliaan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ). Hal ini kemudian menunjukkan secara khusus bahwa orang-orang yang melakukan wudhu merupakan orang-orang dengan sifat beriman. Dengan melakukan wudhu, artinya umat-umat muslim tersebut mendengar perintah Allah Ta’ala serta mengamalkannya dan mengambil manfaat darinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لا يحافظ على الوضوء إلا مؤمن
”Tidaklah seseorang menjaga wudu, kecuali dia seorang mukmin.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Majah, shahih)
Sumber: https://muslim.or.id/75750-hikmah-agung-ibadah-wudhu.html
