Berita Islam – Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Maksudnya adalah kehadiran agama tersebut mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang di tengah kehidupan masyarakat.
Di tangan Rasulullah SAW, agama Islam menjadi sempurna. Beliau adalah adalah sebaik-baiknya contoh dan suri tauladan bagi seluruh manusia. Bisa dikatakan, Nabi Muhammad SAW adalah wujud dari agama Islam itu sendiri.
Menukil buku Pengantar Studi Sejarah Peradaban Islam karya Muhammad Husain Mahasnah, agama Islam memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan terendah adalah mengaku dirinya Islam, tingkatan kedua setelah Islam adalah imam, dan tingkatan agama paling tinggi adalah ihsan. Mereka yang memiliki sifat ihsan yaitu hamba-hamba Allah SWT yang saleh.
Tingkatan Islam
Para ulama membagi Islam menjadi tiga tingkatan. Hal ini didasarkan pada sebuah hadis berikut:
“Rasulullah SAW suatu hari pernah didatangi malaikat Jibril dalam wujud seorang lelaki yang tidak dikenali jati dirinya oleh para sahabat yang ada pada saat itu, dia menanyakan kepada beliau tentang Islam, Iman, dan Ihsan. Setelah beliau menjawab berbagai pertanyaan Jibril dan dia pun telah meninggalkan mereka, maka pada suatu kesempatan Rasulullah bertanya kepada sahabat Umar bin Khaththab, “Wahai Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu ?” Maka Umar menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lah yang lebih tahu”. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya dia itu adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama (Ad-Diin) kalian.” (HR. Muslim).
Berikut tingkat agama Islam berdasarkan hadis Jibril di atas:
-
Islam
Dalam hadis di atas, dikatakan bahwa Islam berarti mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mengakui Muhammad SAW sebagai utusan-Nya, menegakkan salat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, dan berhaji.
Jadi, Islam Islam di sini berkaitan dengan amalan zhahir atau lahiriyah, yaitu syahadat, salat, puasa, zakat, dan haji.
-
Iman
Ketika Nabi SAW ditanyakan oleh Jibril ‘alaihis salam mengenai iman, beliau menjawab, Iman adalah
(1) engkau beriman kepada Allah,
(2) kepada malaikat-Nya,
(3) kepada kitab-kitab-Nya,
(4) kepada rasul-rasul-Nya,
(5) kepada hari akhir dan
(6) beriman kepada takdir yang baik dan buruk.
Jadi, Nabi SAW menjelaskan bahwa iman memiliki enam rukun. Apabila salah satu rukun ini tidak dipenuhi maka tidak disebut orang beriman. Tingkatan kedua ini berkaitan dengan amalan bathin.
-
Ihsan
Pada tingkatan ihsan hanya ada satu rukun yaitu beribadah kepada Allah SWT dalam keadaan seakan-akan melihat-Nya, dan jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu. Dalilnya adalah firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 128:
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ ۙ – ٢١٧ الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ – ٢١٨ وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْنَ – ٢١٩ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ – ٢٢٠
Artinya: Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang. Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk sholat), dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Ihsan adalah puncak amalan zhahir dan bathin.
Itulah tingkatan agama Islam. Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang dapat mencapai tingkat ihsan.