Ramai Cek Khodam di Tiktok, Apa Pandangan Khodam Dalam Islam?

Berita Islam – Pernah dengar tentang khodam? Istilah ini biasanya identik dengan makhluk halus dan segala sesuatu yang berhubungan dengan alam ghaib.

Topik ini bermula dari live TikTok terkait cek khodam di beberapa akun. Dalam live tersebut para kreator konten meminta warganet meminta menuliskan nama di bagian kolom komentar.

Jika kreator konten membaca nama seorang warganet di kolom komentar, ia akan “mengecek” sekaligus membacakan khodam apa yang ada pada orang yang berkomentar.

Namun dibalik keseruan itu terdapat pertanyaan tetang hukum khodam dalam Islam. Dalam bahasa Arab, khodam artinya pembantu, penjaga, atau pengawal. Perdana Akhmad S Psi dalam buku Ilmu Hikmah Antara Hikmah dan Kedok Perdukunan mengungkapkan bahwa khodam merujuk pada jin muslim yang menjadi sahabat dekat manusia.

Lantas bagaimana hukum memiliki khodam dalam Islam?

Hukum Memiliki Khodam dalam Islam

Mengutip dari Makna Ayat-Ayat Al-Quran dalam Fenomena Penyembuhan Kesurupan susunan Farid Hasan, khodam juga disebut sebagai kekuatan suci yang bersumber dari illahi. Dengan demikian, khodam berbeda dengan ilmu hitam karena justru kebalikannya.

Khodam bukanlah roh binatang atau biasa disebut animal spirit, bukan juga kekuatan sihir atau ilmu-ilmu dukun. Hukum memiliki khodam dalam Islam sendiri diperbolehkan apabila pelakunya disiplin syariat (mustasyarri) serta mantra yang dibaca tidak bertentangan dengan syariat.

Namun, khodam yang diperbolehkan dalam Islam haruslah baik dan tidak menimbulkan dharar yaitu perbuatan yang merugikan diri sendiri. Maksudnya, khodam tersebut tidak memiliki manfaat yang sebanding termasuk menghilangkan kesadaran sebagaimana dijelaskan di dalam buku Tanya Jawab Keagamaan susunan Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah KTB.

Dalam Al-Qur’an sendiri, Nabi Sulaiman AS pernah meminta bantuan jin untuk memindahkan kerajaan Ratu Balqis. Ini sesuai dengan yang dikisahkan dalam surat Al Anbiya ayat 82 yang berbunyi,

وَمِنَ ٱلشَّيَٰطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُۥ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَٰفِظِينَ

Arab latin: Wa minasy-syayāṭīni may yagụṣụna lahụ wa ya’malụna ‘amalan dụna żālik, wa kunnā lahum ḥāfiẓīn

Artinya: “Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu,”

Author: pangeranbertopeng