Ibadah Sunnah Sholat Dhuha : Cara, Niat, dan Waktu

Berita Islam – Sholat Dhuha, salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, memiliki waktu pelaksanaan yang khusus. Menurut Ensiklopedia Zakat untuk Umat, waktu awal sholat dhuha dimulai setelah matahari terbit secara utuh.

Para ulama menyebutkan bahwa waktu ini dimulai sekitar 15 menit setelah matahari syuruq (terbit) karena posisinya mulai meninggi. Maka, batas awal yang aman untuk melaksanakan sholat dhuha adalah jam 08.00 pagi.

Sumber lain, yaitu laman website resmi Elbalad, mengutip penjelasan dari anggota Fatwa Dar al-Ifta Mesir, Syekh Mahmud Syalabi, sholat Dhuha dimulai dari 20 menit setelah matahari terbit hingga 10 menit sebelum sholat Dzuhur.

Banyak sekali manfaat atau faedah sholat dhuha yang dapat diperoleh dan dirasakan bagi orang yang melaksanakannya. Shalat dhuha ini bisa dilakukan hingga 2, 4, 6, 8 atau 12 rakaat. Jika Anda menjalankannya lebih dari 2 rakaat, setiap 2 rakaat akan diakhiri dengan salam.

Cara Sholat Dhuha

1. Membaca Niat Sholat Dhuha

Sholat Dhuha dimulai dengan membaca niat dalam hati untuk melaksanakan ibadah ini. Niat ini adalah manifestasi dari niat yang tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Mengucap Takbiratul Ihram

Seperti dalam sholat fardu, sholat Dhuha juga dimulai dengan mengucap takbiratul ihram. Ini adalah tanda dimulainya sholat dan peralihan dari aktivitas sehari-hari ke dalam ibadah.

3. Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah takbiratul ihram, membaca Surah Al-Fatihah adalah langkah berikutnya. Surah ini adalah surah pembuka dalam Al-Quran dan mengandung doa untuk petunjuk dan keberkahan dari Allah SWT.

4. Membaca Surah Asy-Syams atau Al-Kafirun

Setelah Surah Al-Fatihah, membaca Surah Asy-Syams (Surah ke-91) atau Al-Kafirun (Surah ke-109) adalah sunnah dalam sholat Dhuha. Surah ini dipilih karena berisi pesan-pesan penting tentang keimanan.

5. Rukuk, Iktidal, Sujud Pertama, Duduk di Antara Dua Sujud, dan Sujud Kedua seperti Sholat Fardu

Tata cara ini mengikuti pola sholat fardu, termasuk rukuk, iktidal. Ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha memiliki elemen-elemen yang mirip dengan sholat fardu, meskipun berbeda dalam jumlah rakaat.

6. Membaca Surah Al-Fatihah (Kedua)
7. Membaca Surah Ad-Duha atau Al-Ikhlas

Surah Ad-Duha berbicara tentang nikmat Allah, sementara Al-Ikhlas berbicara tentang sifat-sifat Allah yang Maha Esa.

8. Rukuk, Iktidal, Sujud Pertama, Duduk di Antara Dua Sujud, dan Sujud Kedua seperti Salat Fardu
9. Duduk dan Tasyahud Akhir

Setelah sujud kedua, duduk dan membaca tasyahud akhir, menyampaikan salam dan doa-doa penutup sholat.

Sholat ini dikenal juga sebagai salah satu amalan untuk membuka rezeki. Berikut ini bacaan doa sesudah sholat dhuha dan lafadz niatnya.

Niat sholat dhuha

أصلي سنة الضحى ركعتين لله تعالى الله أكبر

“Aku niat mengerjakan sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Mahabesar.”

Doa Setelah Sholat Dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu serta penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Waktu Diharamkan dan Terbaiknya

Namun, perlu diingat bahwa ada tiga waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat dhuha.

  • Pertama, setelah sholat subuh hingga saat matahari masih dalam fase terbit.
  • Kedua, saat memasuki waktu zuhur hingga matahari tergelincir ke arah barat.
  • Ketiga, pada waktu matahari hampir terbenam.

Pandangan ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan pergerakan matahari sepanjang hari.

Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat dhuha adalah dari jam 08.00 pagi hingga 11.00 siang.

Sholat Dhuha harus dilakukan sebelum matahari memasuki waktu zuhur, yaitu sebelum pukul 12.00 siang.

Jika bisa memahami waktu pelaksanaan yang tepat, umat Muslim dapat menjalankan ibadah sholat Dhuha dengan lebih khusyu’.

Author: pangeranbertopeng