Berita Islam – Setelah merayakan Idul Fitri, umat Islam dapat mengerjakan puasa sunnah di bulan Syawal. Apa saja keutamaan puasa Syawal? Bulan Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah.
Puasa Syawal baru boleh dikerjakan mulai 2-7 Syawal atau enam hari berturut-turut. Boleh juga dilakukan tidak berurutan asalkan masih berada di Bulan Syawal. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mengerjakan puasa Syawal setelah bulan Ramadhan karena memiliki banyak keutamaan.
Keutamaan Puasa Syawal
-
Sebagai penyempurna puasa Ramadhan
Puasa sunah Syawal sebagai penyempurna puasa Ramadhan. Sebagaimana jika ingin menyempurnakan sholat fardhu, maka seseorang dianjurkan melakukan shalat sunah rawatib, yaitu qabliyah dan bakdiyah.
Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadis berikut.
عن ثوبان عن رسول اللہ ﷺ أنه قال : من صام رمضان وستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها
Artinya: “Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan.” (HR Ibnu Majah).
-
Tanda Diterimanya Ibadah Ramadhan
Salah satu tanda bahwa ibadah Ramadhan kita diterima adalah adanya keinginan untuk terus melakukan amal saleh setelahnya. Puasa Syawal menjadi bukti bahwa seseorang tetap istiqamah dalam ibadahnya.
-
Tanda ibadah Ramadhan tidak terputus
Menunaikan puasa Syawal menjadi salah satu bentuk usaha yang dapat umat Islam lakukan untuk menjaga semangat beribadah setelah bulan suci Ramadhan.
-
Tanda syukur kepada Allah
Puasa sunnah Syawal sebagai tanda syukur kepada Allah. Jamak diketahui bahwa di bulan Ramadhan banyak anugerah yang diberikan Allah. Seperti ampunan, pahala yang berlipat-lipat, dan seterusnya.
Ini ditegaskan juga dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah ra yang artinya:
“Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.”
“Karena ampunan inilah patutnya kita bersyukur kepada Allah dengan melakukan ketaatan berupa puasa Syawal,” jelas Ustadz Amien Nurhakim.
-
Menyempurnakan pahala puasa
Keutamaan puasa Syawal yang selanjutnya adalah untuk menyempurnakan pahala puasa menjadi pahala puasa setahun.
Hal tersebut sesuai dengan yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shohihnya pada bab kesunnahan puasa Syawal yaitu:
مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh.” (HR Muslim)
Cara Menjalankan Puasa Syawal
- Dilakukan setelah Idul Fitri – Puasa Syawal dapat dimulai sejak tanggal 2 Syawal dan bisa dilakukan kapan saja dalam bulan Syawal.
- Boleh Berurutan atau Terpisah – Puasa ini boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah dalam enam hari selama bulan Syawal.D
- Disertai Niat – Seperti puasa lainnya, puasa Syawal harus disertai niat yang jelas dan dilakukan sejak sebelum fajar.