Berita Islam – Sebagai umat muslim, tentunya kita tau bahwa Allah SWT merupakan yang maha besar dan maha kuasa. Kuasa Allah SWT tidak hanya terlihat dari mahluk ciptaannya saja, melainkan juga bisa kita rasakan sehari-hari. Tanpa kuasa Allah SWT, saat ini mungkin kita tidak bisa hidup dengan damai dan keadaan sehat walafiat.
Segala hal baik maupun buruk yang terjadi di dunia merupakan bukti dari kuasa dan kebesaran Allah SWT. Dalam Al-Quran sendiri terdapat banyak ayat-ayat Al-Quran yang menunjukkan kebesaran Allah SWT. Berikut ini merupakan 3 tanda kuasa Allah SWT yang diceritakan di dalam Al-Quran. 3 tanda tersebut diantaranya yakni :
1. Kuasa Allah SWT tentang siang dan malam
Kuasa Allah SWT yang pertama adalah adanya siang dan malam dalam keseharian kita. Tanpa adanya kuasa Allah SWT, mungkin saja hidup kita tidak akan sempurna seperti saat ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
wa min āyātihil-lailu wan-nahāru wasy-syamsu wal-qamar, lā tasjudụ lisy-syamsi wa lā lil-qamari wasjudụ lillāhillażī khalaqahunna ing kuntum iyyāhu ta’budụn
artinya :
“Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah malam dan siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. Al-Fussilat]: 37)
2. Kebesaran Allah SWT tentang adanya pembatas antara air laut dan air sungai
Kebesaran Allah SWT yang kedua adalah mengenai pembatas di antara air laut dan air sungai. Sebagai manusia biasa, tentunya fenomena ini sangat unik karena air laut dan air sungai ternyata tidak bisa menyatu. Fenomena ini sendiri tercatat dalam ayat Al-Quran dan Allah SWT telah berfirman :
۞ وَهُوَ ٱلَّذِى مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا
wa huwallażī marajal-baḥraini hāżā ‘ażbun furātuw wa hāżā mil-ḥun ujāj, wa ja’ala bainahumā barzakhaw wa ḥijram maḥjụrā
artinya :
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi”(QS Al-Furqan: 53).
3. Kuasa Allah SWT tentang kehadiran burung-burung di langit
Kebesaran Allah SWT yang ketiga adalah mengenai mahluk ciptaannya yakni burung yang bisa berterbangan di atas langit. Sebagai manusia biasa tentunya mustahil untuk bisa terbang karena di bumi memiliki gaya gravitasi. Namun hal tersebut mungkin dilakukan oleh seekor burung dan mereka bisa terbang bebas di langit, hal tersebut tentunya menjadi salah satu contoh dari kuasa Allah SWT. Dalam Al-Quran sendiri Allah SWT telah berfirman :
اَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرٰتٍ فِيْ جَوِّ السَّمَاۤءِ ۗمَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا اللّٰهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
a lam yarau ilaṭ-ṭairi musakhkharātin fī jawwis-samā`, mā yumsikuhunna illallāh, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yu`minụn
artinya :
“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An Nahl: 79)