Kampung Naga, Desa Muslim di Tasikmalaya

Berita Islam – Kampung Naga adalah sebuah desa yang terletak di Tasikmalaya. Terletak di Desa Neglasari, Kecamatam Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Desa ini terletak di lembah yang jauh dari keramaian dan menyatu dengan alam.

Desa ini termasuk desa yang unik, karena kebijakan kampung yang menolak moderanisasi. Mereka semua hidup tanpa listrik dan barang-barang elektronik.

Rumah penduduk berjajar rapih dan masih tradisional. Bentuk rumahnya masih panggung yang terbuat dari bambu dan kayu.

Atap rumah terbuat dari daun nipah, ijuk atau alang-alang. Untuk lantai biasanya dari bambu atau papan kayu. Selain itu, rumah harus menghadap ke utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang ke arah barat atau timur.

Dinding rumah warga terbuat dari anyaman bambu dengan anyaman sasag. Seluruh bagian rumah masih alami tanpa cat, hanya menggunakan dikapur atau dimeni.

Kampung Naga sangat mempertahankan kearifan lokal dan budaya leluhur yang sudah mengalir sejak dulu. Bahkan penduduk Kampung Naga dianggap sebagai salah satu leluhur asli sunda.

Seluruh warga desa Kampung Naga menganut agama Islam. Pengajaran mengaji bagi anak-anak di Kampung Naga dilaksanakan pada malam Senin dan malam Kamis. Dan pengajian bagi orang tua dilaksanakan pada malam Jumat.

Walaupun mereka beragama Islam, penduduk Kampung Naga masih taat menjalankan adat istiadat warisan nenek moyang atau karuhun mereka. Mereka beranggapan segala sesuatu yang datangnya bukan dari karuhun adalah tabu dan melanggar adat.

Menurut sejarah lisan, Kampung Naga berawal sejak masa Walisongo. Salah satu dari Walisongo yaitu Sunan Gunung Jati, menugaskan seorang abdinya yang bernama Singaparana untuk menyebarkan agama islam ke sebelah Barat Singaparana. Ia akhirnya sampai ke daerah Neglasari yang terletak di tepi sungai di kaki sebuah bukit.

Di tempat tersebut sang abdi bersemedi dan mendapat petunjuk untuk mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga. Nama Kampung Naga sendiri diberikan karena lokasi kampung mereka terletak di pinggir sungai, dalam bahasa Sunda Nagawir atau di sisi gawir.

Author: pangeranbertopeng