Mengapa Dalam Islam Wanita Sangat Dimuliakan? Inilah 3 Alasannya

Berita Islam – Dalam menciptakan manusia, Allah SWT membuat kaum lelaki dan juga kaum wanita. Sebagai manusia yang diciptakan Allah SWT, kaum lelaki dan juga kaum wanita memiliki perannya masing-masing. Namun, dalam beberapa ayat Al-Quran dan juga beberapa hadist, kaum wanita menjadi mahluk yang dimuliakan dalam Islam. Hal ini terbukti dari salah satu hadist Rasulullah SAW yang bersabda  ”

Al-jannatu tahta aqdamil-ummahati,”

artinya:

“Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu,”

Lalu, kenapa wanita muslimah sangat dimuliakan dalam Islam? Berikut ini merupakan 3 alasan kenapa wanita muslimah dimuliakan, yakni :

1. Wanita adalah karunia dari Allah SWT

Sebagaimana seorang wanita yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT, yakni Hawa, membuktikan bahwa Hawa merupakan Karunia dari Allah SWT untuk Adam. Oleh sebab itu, Islam memandang kaum wanita sebagai karunia dari Allah SWT yang akan memberikan energi positif dan juga ketenangan lahir dan batin.
Kaum wanita di sekitar kita, seperti ibu ataupun kakak/adek perempuan, merupakan karunia dari Allah SWT agar kita bisa merasakan rasa cinta dan kasih sayang. Selain itu, dalam Al-Quran sendiri tepatnya di Surat An-Nahl ayat 72, Allah SWT juga berfirman tentang keistimewaan wanita yang menjadi karunia. Dalam surat tersebut mengatakan :

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ

wallāhu ja’ala lakum min anfusikum azwājaw wa ja’ala lakum min azwājikum banīna wa ḥafadataw wa razaqakum minaṭ-ṭayyibāt, a fa bil-bāṭili yu`minụna wa bini’matillāhi hum yakfurụ

Artinya :

Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?

 

2. Kaum wanita mudah untuk masuk surga

Sebagai seorang wanita muslimah, kita tentunya perlu sujud syukur kepada Allah SWT atas rahmat yang telah diberikan. Karena selain kita menjadi karunia dari Allah SWT, kita juga mendapat kemudahan dalam mencari pahala agar bisa masuk surga. Hal ini disebabkan karena seorang wanita bisa masuk surga melalui pintu manapun, asalkan kita tetap melaksanakan empat kewajiban kita sebagai umat muslim yakni rutin sholat 5 waktu, menjauhi zina, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berbakti kepada suami. Hal ini sesuai dengan hadist berikut ini :

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR. Ahmad)

 

3. Kaum wanita adalah “perhiasan dunia” yang harus dijaga

Kaum wanita disebutkan sebagai “perhiasan dunia” agar menggambarkan betapa mulianya seorang wanita muslimah. Sebagai karunia yang dibuat oleh Allah SWT, kaum wanita dibentuk menjadi mahluk yang indah mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Selain memiliki fisik yang indah, kaum wanita juga dibentuk oleh Allah SWT agar memiliki keindahan hati dan pikiran. Itulah sebabnya wanita muslimah disebutkan sebagai perhiasan karena memiliki kodrat untuk selalu dirawat dan dilindungi oleh umat muslim lainnya. Hal ini sesuai dengan hadist yang menyatakan :

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah.” (HR Muslim dari Abdullah bin Amr).

Selain itu, Dalam Surat An-Nisa ayat 34 Allah SWT berfirman :

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗوَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

ar-rijālu qawwāmụna ‘alan-nisā`i bimā faḍḍalallāhu ba’ḍahum ‘alā ba’ḍiw wa bimā anfaqụ min amwālihim, faṣ-ṣāliḥātu qānitātun ḥāfiẓātul lil-gaibi bimā ḥafiẓallāh, wallātī takhāfụna nusyụzahunna fa’iẓụhunna wahjurụhunna fil-maḍāji’i waḍribụhunn, fa in aṭa’nakum fa lā tabgụ ‘alaihinna sabīlā, innallāha kāna ‘aliyyang kabīrā

Artinya :

Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.

Author: pangeranbertopeng