Pengertian dan Jenis-jenis Shalat Sunnah

Berita Islam – Pengertian sholat sunnah dapat ditemukan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Secara bahasa, sunnah mengandung arti cara atau jalan. Jenis Amalan sholat sunnah juga banyak dicontohkan Rasulullah.

Shalat Sunnah, juga dikenal sebagai shalat nafilah, adalah ibadah sunnah yang dilakukan oleh umat Muslim selain dari lima waktu shalat wajib (Fardhu). Shalat Sunnah memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi pribadi yang melaksanakannya.

Di bawah ini, kita akan membahas pengertian shalat sunnah, beberapa jenisnya, serta keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Pengertian Shalat Sunnah

Shalat Sunnah merupakan ibadah tambahan yang dilakukan atas inisiatif diri sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dikutip dari buku Sifat dan Mukjizat Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah karya Almas Abyan al-Fatih, pengertian shalat yang bila dikerjakan akan mendapatkan ganjaran pahala, dan jika tidak dilaksanakan tidak mendapatkan dosa atau siksa.

Meskipun tidak wajib, melaksanakan shalat sunnah sangat dianjurkan karena mendapat pahala dan karunia dari Allah. Shalat sunnah juga menjadi sarana untuk mengisi waktu antara shalat wajib.

Jenis-jenis Sholat Sunnah

Berikut ini macam-macam sholat sunnah yang disyariatkan dalam Islam:

Sholat Taubat

Sholat sunnah dua rakaat bagi setiap manusia yang berbuat dosa, untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosanya yang telah dilakukan. Setelahnya disunnahkan tetap memperbanyak istighfar.

Sholat Witir

Dengan jumlah rakaat ganjil, paling sedikit terdiri dari satu rakaat dan pada umumnya dilakukan sebanyak tiga rakaat, dilaksanakan setelah sholat Isya sebagai penutup rangkaian sholat di malam hari.

Sholat Dhuha

Sholat sunnah yang dianjurkan dilakukan di pagi hari sejak matahari naik setinggi tombak dan berakhir saat matahari berada tepat di atas langit (sebelum masuk Dzuhur). Rakaat paling sedikitnya yaitu dua rakaat, dan paling banyak 12 rakaat, dengan satu kali salam di tiap dua rakaatnya.

Sholat Hajat

Sholat sunnah dua rakaat bagi mereka yang memiliki permintaan untuk memohon agar keinginannya dikabulkan oleh Allah SWT. Dapat dilaksanakan kapan saja, asalkan pada waktu yang tidak diharamkan untuk sholat.

Sholat Tahiyyatul Masjid

Dua rakaat yang disunnahkan bagi setiap umat Islam yang memasuki masjid dan belum sempat duduk di dalamnya.

Sholat Istikharah

Sholat sunnah dua rakaat bagi kaum muslim yang hatinya sedang bimbang dan bingung akan beberapa pilihan, untuk memohon agar Allah SWT yang menentukan pilihan terbaik bagi hamba-Nya. Dianjurkan dilaksanakan pada akhir waktu malam, dan disunnahkan untuk memperbanyak doa serta pujian bagi-Nya setelah sholat.

Sholat Tarawih

Sholat sunnah yang dilakukan pada waktu malam setelah sholat Isya sampai sebelum waktu Subuh, dan khusus di bulan Ramadhan. Jumlah rakaatnya bisa delapan atau 20 rakaat.

Sholat Sunnah Rawatib

Ibadah sunnah yang dilakukan bersamaan dengan sholat fardhu lima waktu, yaitu sholat qabliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah) dengan jumlah 12 rakaat dalam sehari semalam.

Sholat Tahajud

Dilakukan setelah tidur terlebih dahulu, lalu bangun di akhir waktu malam dengan bilangan rakaat minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat dengan satu kali salam di tiap dua rakaatnya.

Sholat Dua Gerhana

Sholat sunnah dua rakaat yang dianjurkan dilakukan bila terjadi gerhana matahari dan/atau gerhana bulan, dengan empat kali berdiri dan empat kali rukuk. Setelah sholat disunnahkan untuk memperbanyak doa, dan dzikir.

Sholat Awwabin

Dilakukan setelah shalat Maghrib. Sholat Awwabin dilakukan dengan melakukan 6 rakaat, setiap rakaat terdiri dari 2 salam, termasuk sholat yang dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan.

Sholat Tahiyatul Wudu

Setiap kali selesai berwudhu, disunnahkan untuk menunaikan sholat dua rakaat sebagai rasa syukur karena telah diberikan nikmat berwudhu, disebut juga sholat shukrul wudhu.

Sholat Tasbih

Dilakukan dengan cara membaca tasbih sebanyak 300 kali setelah selesai sholat, Sholat tasbih dapat dilakukan kapan saja, tidak terikat waktu dan tempat tertentu. Memiliki banyak keutamaan dan disunahkan untuk dilakukan secara rutin.

Sholat Istighfar

Dilakukan sebagai bentuk permohonan maaf atas dosa-dosa yang telah dilakukan, sholat Istighfar dilakukan dengan minimal 2 rakaat dan maksimal 4 rakaat, memiliki banyak keutamaan dan disunnahkan untuk dilakukan secara rutin.

Sholat Idul Adha dan Idul Fitri

Dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah dan 1 Syawal, sholat ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Sholat Idul Adha dan Idul Fitri dilakukan dengan dua khutbah dan dua rakaat sholat.

Sholat Istisqa

Adalah sholat yang dilakukan untuk memohon hujan turun kepada Allah SWT ketika musim kemarau tiba dan tidak ada cukup air di suatu daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

Jumlah rakaat sholat Istisqa adalah dua. Pengerjaannya sama dengan sholat Idul Fitri dan Idul Adha, dengan tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua. Disarankan untuk dilakukan di tempat yang terbuka, seperti lapangan, dan disunnahkan untuk memperbanyak doa dan istighfar.

Sholat Dua Hari Raya

Dilakukan hanya dua kali setahun pada hari Idul Fitri dan Idul Adha dalam kalender Hijriah. Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat ini adalah saat matahari naik setinggi tombak, sekitar pukul 07.00 pagi. Disarankan untuk dilakukan di lapangan terbuka agar banyak umat muslim dapat hadir.

Jumlah rakaat sholat Dua Hari Raya adalah dua. Pada rakaat pertama, terdapat tujuh kali takbir, dan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir. Sholat ini tidak didahului oleh azan atau iqamah sebelum dimulai, dan setelah sholat, disunnahkan untuk menyampaikan khutbah oleh imam.

Itulah macam-macam sholat sunnah yang disyariatkan dalam Islam. Semoga kita dapat memperbanyak ibadah dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Author: pangeranbertopeng