Berita Islam – Kata sunnah tidak asing lagi di telinga umat Islam. Sunnah telah digunakan secara meluas dalam studi-studi keislaman yang menunjuk pada teladan Nabi dan otoritas Nabi. Sunnah berperan penting dalam agama Islam karena menjadi sumber ajarannya. Maka, penting bagi kita untuk memahami hal ini.
Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian sunah, jenis-jenis sunah, dan beberapa contoh dari sunah tersebut.
Apa Pengertian Sunnah?
Dikutip Islam Sejarah Pemikiran dan Peradaban karya Fazlur Rahman, sunah secara harfiah berarti “jalan yang ditempuh” atau “contoh yang diikuti”.
Dalam konteks agama Islam, sunah merujuk pada segala perbuatan dan perkataan yang dilakukan atau disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.
Sunah tidak hanya berlaku untuk masa hidup Nabi, tetapi juga menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan mereka.
Sunah memiliki kekuatan hukum yang signifikan dalam agama Islam, dan sering digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan dalam berbagai aspek kehidupan.
Jenis-jenis Sunnah
-
Sunnah Qauliyah
Ini adalah berbagai hal berdasarkan ucapan atau perkataan Nabi Muhammad SAW yang didengar oleh sahabat. Seluruh perkataan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ini bisa berupa ajaran, nasihat, petunjuk hingga tuntunan syariat.
Salah satu contoh sunnah qauliyah adalah membaca doâ„¢a iftitah setelah takbiratul ihram saat shalat.
-
Sunnah Fi’liyah
Jenis sunnah yang kedua ini berasal dari perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diketahui atau dilihat oleh para sahabat. Kemudian, perbuatan Nabi ini oleh sahabat akan disampaikan kepada orang lain. Cakupan perbuatan Rasulullah SAW ini beragam mulai dari ibadah hingga muâ„¢amalah.
Selain itu, sunnah yang dijadikan teladan ini tidak terbatas sebagai perbuatan yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW saja. Bahkan perbuatan yang hanya dilakukan sebanyak 1 atau 2 kali saja juga termasuk di dalamnya.
-
Sunnah Taqririyah
Jika 2 sunnah sebelumnya terkait langsung dengan perbuatan dan perkataan Nabi Muhammad SAW, maka sunnah taqririyah merujuk pada respon Nabi terhadap tindakan para sahabat. Ada beberapa sunnah yang berasal dari tindakan para sahabat yang tidak dilarang atau disuruh oleh Nabi Muhammad SAW.
Jadi, di zaman Rasulullah dulu, beberapa sahabat ada yang melakukan sesuatu tetapi hanya didiamkan oleh beliau. Seperti yang diketahui oleh umat muslim bahwa Rasulullah tidak pernah mendiamkan sesuatu, kecuali hal itu benar.
Keutamaan Melaksanakan Sunnah
Melaksanakan sunah memiliki banyak keutamaan dan manfaat dalam agama Islam. Berikut adalah beberapa keutamaan melaksanakan sunah:
-
Mendapatkan Pahala Tambahan
Melaksanakan sunah akan mendatangkan pahala tambahan bagi seorang Muslim. Oleh karena sunah merupakan perbuatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, dan Allah SWT memberikan pahala kepada mereka yang mengikuti jejak-Nya.
-
Mendekatkan Diri kepada Allah
Melalui melaksanakan sunah, seseorang dapat memperkuat hubungannya dengan Allah SWT. Rasulullah SAW adalah utusan Allah dan contoh teladan yang sempurna dalam kehidupan.
Dengan mengikuti sunah Nabi, seorang Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah, mengikuti petunjuk-Nya, dan meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.
-
Menjadi Teladan yang Baik
Melaksanakan sunah bukan hanya tentang mendapatkan pahala pribadi, tetapi juga tentang menjadi teladan yang baik bagi orang lain.
Dengan mengikuti sunah, seseorang dapat mempengaruhi orang lain secara positif dan menginspirasi mereka untuk melakukan kebaikan.
Sebagai seorang Muslim, melaksanakan sunah adalah salah satu cara untuk menyebarkan ajaran Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
-
Memperbaiki Akhlak dan Karakter
Sunah tidak hanya mencakup perbuatan dan amalan ibadah, tetapi juga mencakup aspek akhlak dan perilaku. Melaksanakan sunah membantu seseorang dalam memperbaiki akhlak dan karakternya.
Rasulullah SAW memiliki akhlak yang mulia, dan dengan mengikuti sunah-Nya, seseorang dapat mengembangkan sifat-sifat yang terpuji seperti kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan keramahan.
-
Menjaga Tradisi dan Warisan Keagamaan
Melaksanakan sunah adalah cara untuk menjaga dan memelihara tradisi dan warisan keagamaan yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.
Dengan melanjutkan sunah, umat Muslim dapat melestarikan ajaran dan praktik Islam yang telah diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW.