Berita Islam – Gaya arsitektur Islam memiliki sejarah yang panjang dan beragam, mencakup lebih dari satu milenium, dan membentang dari Afrika Barat hingga Asia Timur.
Jika diperhatikan konstruksi dalam bangunan islam, pemilihan warnanya pasti identik dengan spesifik warna yang sering dipakai hampir di seluruh bangunan. Arsitektur Islam dikenal dengan ketajaman akan detail, keahlian dan simbolisme spiritualnya.
Dimulai pada awal abad ke-7 di Arab, bentuk arsitektur yang khas ini ini muncul seiring dengan bangkitnya peradaban Islam.
Arsitektur Islam di awal kemunculannya juga dipengaruhi oleh gaya yang sudah ada di wilayah tersebut, seperti Romawi, Bizantium, dan Persia.
Mengutip dari ArchDaily, terdapat empat warna inti dalam arsitektur Islam, dimana masing-masing menyampaikan berbagai makna budaya, agama, dan simbolik.
Hijau

Pertama warna hijau dianggap sebagai warna suci dalam Islam. Hijau diasosiasikan dengan “khidr” atau pemandangan hijau dan melambangkan langit. Agama Islam percaya bahwa orang-orang di surga berpakaian serba hijau.
Ini adalah warna yang paling umum digunakan di masjid, menciptakan rasa keterhubungan dengan alam sekitarnya. Salah satu masjid yang konstruksinya terkenal dengan kubah berwarna hijau adalah Masjid Nabawi di Arab Saudi. Posisi kubah hijau tersebut terletak tepat di atas ruang pemakaman Nabi Muhammad SAW dan kedua sahabatnya.
Warna hijau melambangkan warna yang paling erat kaitannya dengan keimanan dan membedakan makam tersebut dengan kubah lain di sekitarnya yang berwarna perak.
Biru

Kemudian, Biru adalah simbol surga dan spiritualitas dan sering dikaitkan dengan renungan dan cerminan diri. Warna biru sering diterapkan pada ubin, kubah, serta konstruksi plafon.
Kemudian warna biru melambangkan kedalaman alam semesta yang tidak dapat ditembus. Biasanya warna spesifik yang dipakai adalah biru kehijauan dengan nuansa mistis. Simbol dalam warna biru dikaitkan dengan langit dan tingginya jarak pengetahuan.
Emas

Warna berikutnya yang juga identik dengan arsitektur Islam adalah emas. Warna ini digunakan untuk mengungkapkan kebanggaan dan pentingnya keyakinan dan konstruksinya. Ketika digunakan dalam hiasan dekoratif, tentu dapat membuat sebuah bangunan terlihat lebih mewah dan sempurna.
Salah satu landmark arsitektur Islam yang menggunakan warna emas adalah Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Dibangun 1.300 tahun yang lalu di kota tua Yerusalem, kubah masjid ini awalnya terbuat dari kayu kemudian dihias dengan lapisan marmer dan aluminium berwarna emas.
Putih

Warna putih secara agama dan budaya melambangkan kesucian dan kebersihan. Dalam penerapan Islam, warna putih berkaitan dengan kesakralan, kesederhanaan, perdamaian dan kerendahan hati.
Kesopanan dan hati nurani juga ditekankan dalam menjalankan ibadah suci. Pembangunan konstruksi islam ini bertujuan untuk menumbuhkan suasana ketaqwaan dan ketenangan bagi jamaahnya.