Berita Islam – Masjid Al-Aqsa bukan sekadar bangunan ibadah, tetapi juga simbol sejarah, spiritualitas, dan perjuangan. Dikenal sebagai kiblat pertama umat Islam sebelum Ka’bah, masjid ini juga memiliki posisi penting dalam sejarah Kristen dan Yahudi.
Membahas soal sejarah, Masjid Al-Aqsa memiliki sejarah yang panjang dan terdapat beberapa versi. Oleh karena itu, jangan heran jika kamu membaca sejarah masjid Al-Aqsa yang berbeda-beda. Yuk, kita kupas tuntas sejarah, keistimewaan, dan konflik, Masjid Al-Aqsa!
Sejarah Masjid Al-Aqsa: Dari Zaman Nabi Hingga Sekarang
Masjid Al-Aqsa bukan hanya sekadar bangunan ibadah, tetapi juga sebuah saksi bisu perjalanan panjang sejarah peradaban manusia. Berdiri megah di Kota Tua Yerusalem, masjid ini telah mengalami berbagai perubahan, mulai dari masa para nabi, kekhalifahan Islam, hingga era modern yang penuh dengan konflik dan perjuangan.
-
Pembangunan Awal Masjid Al-Aqsa
Dalam bahasa Arab, “Al-Aqsa” berarti “yang terjauh”—merujuk pada lokasinya yang jauh dari Makkah. Masjid ini berada di Kota Tua Yerusalem dan dahulu disebut sebagai Baitul Maqdis. Menurut sejarah Islam, pondasinya sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS dan kemudian dibangun ulang oleh Nabi Ibrahim AS dan cucunya, Nabi Ya’qub AS.
Pembangunan Masjid Al-Aqsa juga erat kaitannya dengan Nabi Sulaiman AS yang membangun kembali kompleks ini dalam bentuk yang lebih megah. Pada masa Dinasti Umayyah, Khalifah Abdul Malik bin Marwan dan putranya, Al-Walid, membangun Kubah Shakhrah dan Jami’ Al-Aqsa, yang hingga kini menjadi bagian ikonik dari kompleks tersebut.
Masjid Al-Aqsa juga pernah mengalami kerusakan akibat gempa bumi, peperangan, dan penjajahan. Namun, berkali-kali pula umat Islam membangun dan merenovasinya agar tetap berdiri kokoh sebagai simbol keimanan dan perjuangan.
-
Masjid Al-Aqsa sebagai Kiblat Pertama
Sebelum Ka’bah di Makkah menjadi kiblat, umat Islam salat menghadap Masjid Al-Aqsa. Selama 17 bulan setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW masih menghadap ke Baitul Maqdis sebelum akhirnya mendapat wahyu untuk berpindah ke Ka’bah.
Pergantian arah kiblat ini menjadi bukti bahwa Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Tidak hanya menjadi bagian dari sejarah awal peribadatan umat Islam, tetapi juga menegaskan hubungan erat antara Islam, Yahudi, dan Kristen yang memiliki sejarah panjang di wilayah ini.
-
Peran dalam Isra’ Mi’raj
Masjid Al-Aqsa menjadi saksi perjalanan spiritual terbesar dalam Islam: Isra’ Mi’raj. Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa sebelum naik ke langit untuk menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT.
Menurut hadis, dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW memimpin salat berjamaah bersama para nabi lainnya di Masjid Al-Aqsa sebelum melanjutkan perjalanannya ke langit. Hal ini menunjukkan bahwa masjid ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam.
Keistimewaan Masjid Al-Aqsa Dalam Islam
Nah, seperti yang dijelaskan sebelumnya, masjid Al-Aqsa memiliki banyak keistimewaan dalam Islam.
Hal inilah yang menyebabkan masjid ini sangat penting bagi umat Muslim. Untuk mengetahui apa saja keistimewaan Al-Aqsa, berikut penjelasannya.
-
Kiblat Pertama
Sebelum Ka’bah, kiblat pertama umat Muslim adalah masjid Al-Aqsa. Sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, beliau salat menghadap ke Al-Aqsa di Baitul Maqdis.
Bahkan, 17 bulan setelah hijrah dan dilaksanakannya salat 5 waktu, Nabi Muhammad SAW saat itu masih menghadap ke Al-Aqsa.
Kemudian, Allah SWT memerintahkan agar arah kiblat dipindahkan ke Ka’bah sesuai yang dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 144.
-
Berada di Negeri Syam
Keistimewaan masjid Al-Aqsa selanjutnya, yaitu berada di negeri Syam. Negeri tersebut pernah didoakan oleh Rasulullah SAW agar mendapatkan keberkahan.
Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa terdapat kebaikan dan keberkahan pada negeri Syam.
-
Salah Satu Masjid Penting Dalam Islam
Al-Aqsa adalah salah satu masjid penting yang ada di dalam Islam. Masjid ini merupakan satu dari tiga masjid utama, di antaranya Masjid Nabawi, Masjidil Haram, dan Masjidil Aqsa.
Bahkan, salat di masjid ini akan mendapatkan pahala yang sebanding dengan 500 kali sholat di masjid lain.
Tidak hanya itu, Rasulullah SAW pernah meminta agar siapapun yang mendirikan sholat di dalam Al-Aqsa akan diampuni dosanya.
Masjid Al-Aqsa juga merupakan masjid kedua yang dibangun di bumi, setelah masjidil haram. Selang waktu pembangunan keduanya, yaitu sekitar 40 tahun.
-
Tempat Singgah Rasulullah SAW Saat Isra’ Mi’raj
Dalam sejarah masjid Al-Aqsa dijelaskan bahwa, Rasulullah SAW singgah di tempat ini setelah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram, Mekah. Di Al-Aqsa, beliau diangkat ke langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha.
Saat menerima wahyu tersebut, Rasulullah SWT diperintahkan untuk mendirikan salat 5 waktu.
Sebelum naik ke Sidratul Muntaha, beliau sempat melaksanakan salat 2 rakaat di masjid Al-Aqsa. Jadi, masjid tersebut memang memiliki arti yang penting bagi umat Muslim.
Konflik Berkepanjangan di Masjid Al-Aqsa
1. Masuknya Israel ke Yerusalem
Pada tahun 1948, ketika Israel mendeklarasikan kemerdekaannya, mereka berhasil merebut sekitar 85% wilayah Yerusalem, tetapi Kota Tua tetap berada di bawah kendali Yordania. Namun, setelah Perang Enam Hari pada 1967, Israel menguasai Yerusalem Timur dan mengambil alih kendali atas Masjid Al-Aqsa.
Sejak saat itu, konflik semakin memanas. Israel menerapkan kebijakan yang membatasi kebebasan beribadah umat Islam di Al-Aqsa, serta mengizinkan kelompok ekstremis Yahudi masuk ke kompleks ini untuk melakukan ritual keagamaan yang dianggap provokatif.
2. Ketegangan dan Penyerangan Berulang
Sejak saat itu, Israel kerap melakukan berbagai serangan terhadap jamaah Muslim di Masjid Al-Aqsa. Salah satu insiden besar terjadi pada Intifada Pertama (1987-1993) dan Intifada Kedua (2000-2005), yang dipicu oleh kunjungan provokatif Ariel Sharon ke kompleks Masjid Al-Aqsa.
Tahun 2024 pun masih diwarnai ketegangan. Pada Idul Adha, 16 Juni 2024, sekitar 40.000 warga Palestina menghadiri salat di Al-Aqsa meskipun menghadapi serangan dari pasukan Israel yang membatasi akses dan menekan jamaah.
Banyak laporan yang mencatat bagaimana warga Palestina berjuang untuk tetap menjaga eksistensi Masjid Al-Aqsa sebagai bagian dari identitas dan perlawanan mereka terhadap penjajahan Israel.