Berita Islam – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut proyek pembangunan pusat Islam di Kroasia. Dengan bantuan dari Indonesia sebagai bukti semakin kuatnya hubungan persahabatan antara Muslim di kedua negara.
“Hubungan antara masyarakat Muslim di kedua negara jadi semakin dalam. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia berkomitmen mendirikan Pusat Islam di Kroasia,” kata Sugiono dalam pernyataan pers bersama seusai pertemuan bilateral dengan Menlu Kroasia Gordan Grlic-Radman di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Sugiono mengatakan bahwa perkembangan ini mencerminkan hubungan antarkomunitas Muslim di Indonesia dan Kroasia yang semakin erat. Ia menilai kehadiran pusat Islam itu penting sebagai simbol toleransi dan keberagaman di Eropa.
“Detil persisnya saya belum lihat, tapi dari informasi yang ada sepertinya ini merupakan sebuah kompleks. Mereka juga berharap pembangunan ini bisa diteruskan karena menjadi contoh toleransi dalam keberagaman yang diharapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan berbeda, Menlu Sugiono mengatakan, proyek pusat Islam tersebut memberi harapan baru bagi masyarakat Muslim di Kroasia. Ia pun menyebut, Islamic Center tersebut akan dirancang sebagai sebuah kompleks multiguna.
Berada di lokasi yang strategis, ICO menjadi pusat berkumpulnya sekitar 10.000 Muslim dari Kroasia dan negara tetangga seperti Hungaria, Serbia, dan Bosnia-Herzegovina.
Pembangunan ICO merupakan wujud nyata komitmen Indonesia, dalam menyebarkan nilai Islam yang moderat, damai, dan inklusif. Selain itu sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai referensi utama komunitas Muslim di Kroasia dan kawasan Balkan.
Selain itu, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan hubungan Indonesia dengan dunia Islam yang mendapat perhatian khusus dari Presiden RI.
Menlu Sugiono: RI Dukung Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi hingga Hospitality ke Kroasia
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di Kroasia. Terutama di sektor konstruksi, hospitality, dan caregiver. Hal tersebut ia sampaikan dalam pernyataan bersama (joint statement) dengan Menteri Luar Negeri Kroasia, Gordan Grlić-Radman, di Gedung Pancasila, Senin (10/11).
Sugiono menjelaskan bahwa sejumlah negara di Eropa Barat, termasuk kawasan Balkan, tengah mengalami kekurangan tenaga kerja terampil di sektor-sektor tersebut.
Dalam beberapa kesempatan, Kroasia juga menyampaikan preferensi terhadap pekerja Indonesia karena dinilai memiliki etos kerja yang baik dan kesesuaian budaya.
“Mereka beberapa kali mengatakan bahwa tenaga kerja Indonesia punya tanggung jawab yang bagus dan secara kultur tidak terlalu banyak perbedaan,” ujar Sugiono. “Tantangannya memang pada bahasa, karena itu kita ingin pendekatan yang komprehensif—menyiapkan pekerja yang terampil sekaligus punya kemampuan bahasa yang memadai.”
Ia menambahkan telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian untuk memastikan Indonesia mampu memenuhi permintaan tenaga kerja terampil di luar negeri. Dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Namun, jumlah pasti tenaga kerja yang akan dikirim masih dalam pembahasan.