Syarat dan Perlengkapan Khusus Haji Wanita

Berita Islam – Perjalanan haji merupakan salah satu ibadah yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, baik untuk muslim maupun muslimah. Syariat Islam telah mengatur ketentuan haji baik bagi bagi laki-laki maupun perempuan.  

Para ulama sepakat bahwa haji wajib hukumnya sekali seumur hidup bagi yang mampu. Haji diwajibkan pada akhir tahun 9 Hijriah, sebagaimana dikatakan Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu.

Dalil kewajiban haji bersandar pada Allah SWT,

… وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ…

Artinya: “… dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah…” (QS Ali Imran: 97)

Ketentuan ibadah haji bagi laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama. Namun, ada beberapa hal yang merupakan kekhususan bagi jamaah wanita.

Syarat Khusus Haji Wanita

  1. Harus ditemani suami atau mahram. Mahram adalah laki-laki yang dilarang menikah dengan perempuan yang akan berhaji itu.
  2. Perempuan boleh pergi haji tanpa suami atau mahram selama diyakini terjaga keamanannya. Imam Syafi’i berpendapat, namun harus dengan izin suami.
  3. Selama melaksanakan ibadah haji perempuan harus menutup auratnya kecuali muka dan kedua telapak tangannya (ketika ihram).
  4. Tidak boleh mengeraskan suaranya pada waktu membaca talbiyah atau berdoa.
  5. Tidak disunnahkan lari-lari kecil (ramal) ketika tawaf pada putaran pertama, kedua, dan ketiga.
  6. Tidak disunnahkan lari-lari kecil saat melintasi lampu hijau ketika sa’i dan tidak dianjurkan naik sampai ke atas Bukit Shafa dan Marwah.
  7. Tidak mencukur gundul rambutnya, cukup memotongnya paling sedikit tiga helai atau memotong ujung rambutnya sepanjang jari.
  8. Bagi yang haid atau nifas ketika sampai di miqat makani, wajib berniat ihram haji/umrah.
  9. Apabila belum melaksanakan tawaf ifadah karena haid sedangkan rombongannya akan segera pulang ke Tanah Air maka dia harus menunggu sampai suci, sehingga bisa melakukan tawaf ifadah. Selain itu, bisa juga meminum obat penunda haid atas petunjuk dokter.

Jemaah haji wanita juga bisa mengamati waktu jeda suci (tatabbu’ al-naqa’). Ketika darah haid tidak keluar dan diperkirakan cukup waktu untuk tawaf, maka segera mandi, memakai pembalut, dan melakukan tawaf ifadah dan sa’i. Jika setelah tawaf darah keluar lagi, tawafnya sah dan tidak dikenakan denda apa pun.

Daftar Perlengkapan Haji untuk Perempuan

Saat melakukan perjalanan haji, perempuan memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dari laki-laki, terutama dalam hal kenyamanan dan kebersihan pribadi. Berikut ini beberapa perlengkapan yang sebaiknya Anda bawa:

  • Mukena dan Sajadah 

Mukena menjadi perlengkapan wajib karena digunakan untuk shalat setiap hari. Pilih mukena berbahan ringan dan mudah dilipat agar tidak memakan banyak tempat. Anda juga bisa membawa sajadah yang berukuran kecil dan praktis untuk memastikan kebersihan saat beribadah di tempat umum.

  • Sandal dan Sepatu yang Nyaman

Selama melaksanakan haji, Anda akan banyak berjalan kaki. Oleh karena itu, membawa sandal dan sepatu yang nyaman sangatlah penting. Pilih sandal dengan tali yang kuat dan sol empuk agar tidak mudah lepas saat berdesakan. Pastikan juga ukuran sandal Anda pas dan tidak menyebabkan lecet.

  • Tas Kecil atau Waist Bag

Tas kecil atau waist bag sangat berguna untuk membawa barang-barang penting seperti uang, dokumen, hand sanitizer, dan obat-obatan. Selain itu, waist bag juga memungkinkan Anda untuk bergerak bebas tanpa repot membawa tas besar.

  • Masker dan Hand Sanitizer

Masker dan hand sanitizer adalah perlengkapan yang tidak boleh terlewatkan, terutama dalam situasi yang penuh sesak seperti selama haji. Masker dapat melindungi Anda dari debu dan polusi, sementara hand sanitizer berguna untuk menjaga kebersihan tangan ketika tidak ada air bersih yang tersedia.

  • Dokumen Penting

Dokumen penting seperti paspor, visa, tiket penerbangan, identitas diri, serta kartu kesehatan adalah perlengkapan yang wajib dibawa. Pastikan semua dokumen ini tersimpan dalam map atau dompet khusus agar tidak mudah hilang.

Selain dokumen asli, sebaiknya Anda juga membawa salinan atau foto dari dokumen-dokumen ini sebagai cadangan jika diperlukan. Simpan dokumen dengan rapi dan selalu bawa di tempat yang aman, seperti tas kecil atau waist bag, agar mudah diakses ketika dibutuhkan.

  • Bekal Makanan Sehat

Membawa bekal makanan yang tahan lama, bergizi, dan sesuai dengan selera sangat penting agar Anda tetap fit selama ibadah haji. Beberapa contoh bekal yang bisa dibawa adalah kacang-kacangan, kurma, biskuit gandum, atau buah kering. Pastikan bekal makanan tersebut tidak cepat basi dan praktis dibawa.

  • Pakaian Dalam yang Cukup dan Mudah Dicuci

Pakaian dalam adalah hal yang perlu diperhatikan. Bawa pakaian dalam dalam jumlah cukup untuk beberapa hari dan pastikan mudah dicuci. Memilih bahan katun yang mudah kering akan sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan selama beribadah.

  • Obat-obatan Pribadi dan Vitamin

Sangat disarankan untuk membawa obat-obatan pribadi, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu. Obat-obatan seperti analgesik, obat flu, obat maag, dan antiseptik luka menjadi pilihan umum. Selain itu, bawa vitamin untuk menjaga stamina agar tubuh tetap sehat selama menjalani ibadah.

  • Alat Kebersihan Pribadi

Jangan lupakan alat kebersihan pribadi seperti sabun, shampo, sikat gigi, dan pasta gigi. Sebaiknya bawa versi travel-size untuk menghemat ruang. Selain itu, tisu basah dan tisu kering juga sangat penting untuk kebersihan di area yang sulit dijangkau air.

  • Pembalut atau Pantyliner

Perlengkapan ini sangat penting bagi perempuan. Meskipun Anda sudah menggunakan obat penunda haid, Anda tetap perlu berjaga-jaga dengan membawa pembalut atau pantyliner. Pilih yang nyaman dan pastikan jumlahnya mencukupi untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga.

Author: pangeranbertopeng