Berita Islam – Sebagai umat Islam sudah semestinya menghormati dan mengagungkan setiap simbol atau lambang dari syiar agama Islam. Tingginya penghormatan dan pengagungan terhadap simbol agama Islam ini bisa mencerminkan kualitas keberagamaannya.
Berikut adalah simbol yang menjadi syiar agama yang harus diagungkan seperti dirangkum dari berbagai sumber.
Dzat Allah SWT nama-namaNya dan sifat-Nya
Seorang Muslim harus mengagungkan Allah SWT. Maka ketika menyebut nama Allah hendaknya untuk menambahkan Subhanahu wa Ta’ala atau pun jalla jalaluh.
Kabah dan Masjidil Haram
Kabah dan Masjidil Haram merupakan simbol agama yang perlu diagungkan oleh seluruh umat Islam. Meski Kabah dibangun dan disusun dari batu-batu, tapi seorang umat Islam harus memuliakannya karena Allah SWT juga sudah memuliakan Kabah. Memuliakan sesuatu karena Allah SWT bukanlah syirik tapi bernilai ibadah.
Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah simbol agama yang perlu diagungkan. Sebab nabi Muhammad SAW juga mengagungkan Ramadhan bahkan menyambut kedatangannya sejak bulan Rajab.
Maka menurut Habib Hasan sangat baik bagi seseorang yang menyiarkan Ramadhan seperti dengan memasang spanduk yang bertujuan untuk mengingatkan Muslim lainnya agar bersiap menyambut kedatangan Ramadhan.
Nabi Muhammad SAW, Al Quran dan Sabdanya
Nabi Muhammad SAW dan para nabi serta rasul yang lain adalah syiar atau simbol agama. Maka dari itu, seorang umat Islam harus mengagungkan, memuliakan, dan menghormati. Sebab itu, peringatan maulid Nabi adalah salah satu wujud memuliakan dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW.
Ulama kita, khususnya yang berada di Nahdlatul Ulama, sangat menjunjung tinggi acara tersebut karena mengagungkan kehormatan untuk Nabi Muhammad SAW. Karena Maulid Nabi ini untuk mengagungkan Nabi Muhammad sebagai simbol agama Islam.
Para auliya atau wali
Para wali, ulama menurut Habib Hasan adalah simbol agama yang harus diagungkan. Bila para auliya mendapatkan tempat di hati seseorang maka pertanda orang tersebut kuat dalam agamanya.
“Tapi jika Nabi Muhammad SAW sudah tak ada lagi (di hati) para sahabat di caci, para Auliya dicaci, maka jangan harap agamanya kuat. Maka haul adalah bentuk ibadah, sebagai bentuk mengagungkan ulama, mengagungkan auliya,” katanya.