Tayamum : Pengertian, Bacaan dan Urutan yang Benar

Berita Islam – Kebanyakan orang mungkin hanya paham bahwa tayamum adalah pengganti wudhu. Tayamum dianggap sebagai rukhsah atau keringanan karena bersucinya dilakukan dengan menggunakan debu atau tanah yang suci.

Istilah yang satu ini kerap kita dengar di wilayah-wilayah kurang air. Berikut ini penjelasan lengkap tentang tayamum dari pengertian, niat, dan tata caranya.

Pengertian Tayamum

Istilah tayamum telah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasar arti dalam kamus tersebut, tayamum adalah bersuci dari hadas kecil atau besar dengan debu (pasir, tanah) yang suci dengan cara tertentu karena tidak ada air atau karena halangan memakai air, misalnya sakit.

Lebih lanjut, mengacu pada penjelasan dalam buku Fikih Muyassar terjemahan Fathul Mujib, secara bahasa, tayamum berarti menyengaja atau menuju. Sementara itu, dari segi syariat, tayamum adalah mengusap wajah dan dua telapak tangan dengan debu yang suci dan menggunakan tata cara khusus dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan mengenai tayamum. Di antaranya adalah surat Al-Maidah ayat 6 sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”

Tayamum dianggap sah sebagai pengganti wudhu dengan persyaratan sebagai berikut:
  • Telah berniat untuk melakukan tayamum
  • Beragama Islam
  • Berakal
  • Mumayyiz (berusia 7 tahun atau lebih)
  • Tidak mampu menggunakan air karena tidak ada, khawatir timbul bahaya jika menggunakan air (menjadi tambah sakit atau lama sembuh), atau khawatir mendapat bahaya atau mati karena cuaca dingin ekstrim jika menggunakan air
  • Tayamum dilakukan dengan tanah suci yang tidak bernajis.

Bacaan Niat Tayamum

Tayamum juga sama seperti berwudhu biasa sehingga harus diawali dengan niat. Bacaan niat wudhu tayamum bisa diucapkan langsung maupun dibaca dalam hati. Namun pastikan mengucapkannya secara khusyu’ di hati.

Berikut bacaan niat wudhu tayamum beserta artinya:

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

“Nawaitut tayammuma lisstibaahatish shalaati fardlol lillaahi ta’aalaa”.

Artinya: Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah ta’ala.

Urutan Tayamum yang Benar

Berikut tata cara urutan tayamum yang benar dalam Islam dari awal sampai akhir.

  1. Menyiapkan atau temukan tanah berdebu atau debu bersih. Ulama memperbolehkan debu yang berada di tembok, kaca, atau tempat lain yang dianggap bersih.
  2. Menghadap kiblat, lalu ucapkan bismillahir rahmaanir rahiim sambil meletakkan kedua telapak tangan pada debu dengan posisi jari-jari tangan dirapatkan.
  3. Kemudian menepuk kedua punggung tangan untuk menipiskan debunya.
  4. Saat tangan masih mengusap pada debu, ucapkan pula bacaan niat tayamum: “Nawaitu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala.” (Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah ta’ala.)
  5. Lanjut usapkan kedua telapak tangan pada seluruh wajah. Satu usapan cukup dengan satu kali menyentuh debu.
  6. Langkah kedua adalah bagian tangan. Letakkan kembali telapak tangan pada debu, kemudian angkat dan tiup atau tipiskan dari debu seperti sebelumnya. Pastikan telah melepas aksesori yang digunakan.
  7. Usap tangan dari telapak sampai ke bagian siku hingga merata dengan mendahulukan tangan kanan, lalu lakukan hal yang sama ke tangan kiri hingga ke pergelangan.
  8. Kemudian pertemukan dua telapak tangan dan usap-usap di antara jari-jarinya.
  9. Tertib. Lakukan praktik tayamum ini sesuai dengan urutan dan tutup dengan doa.
  10. Dengan demikian, batasan anggota badan yang diusap saat tayamum adalah wajah dan kedua tangan.

Author: pangeranbertopeng