7 Kriteria Calon Istri yang Baik Menurut Islam

Berita Islam – Impian setiap pria Muslim adalah memiliki istri yang baik dan sholehah. Karena nantinya istri adalah ma’mum dalam rumah tangga dan pendamping seumur hidup, serta mandrasah pertama bagi anak.

Oleh sebab itu, banyak pria yang berlomba untuk mendapatkan wanita terbaik, yang nantinya akan menjadi istri impiannya.

Rasulullah SAW bersabda :

Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi, bagaimanakah kriteria calon istri yang baik menurut Islam?

1. Sholehah

Wanita sholehah dalam hadits yang disebutkan, ialah wanita yang taat kepada Agamanya. Karena dasar agama adalah hal yang utama, dibandingkan dengan hal yang lainnya. Seperti taat kepada Allah dan Rasul-Nya, menjalankan perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya.

2. Dari Keluarga yang Baik

Dalam hadits nya yang disebutkan diatas, Rasulullah SAW menyebut ‘karena keturunannya’. Dalam hadits tersebut menjelaskan, wanita yang layak dijadikan istri adalah wanita yang berasal dari keturunan atau keluarga yang baik.

Tidak hanya dilihat dari keturunan, namun lingkungan pergaulannya pun perlu diperhatikan. Sebab, bukan hanya keluarga, lingkungan juga dapat membentuk perilaku seseorang.

3. Cantik

Setelah sholehah dan berasal dari keluarga yang baik, paras cantik juga menjadi tolak ukur seorang wanita untuk dijadikan sebagai istri.

Dalam hadits yang disebutkan diatas mengatakan ‘karna kecantikannya’.

Karena setiap pria ingin memiliki istri yang cantik, selain menyenangkan saat dipandang, kriteria tersebut juga dapat diterima dengan logis,. Hal itu juga dapat menjadikan salah satu alasan agar pria tidak berpaling ke wanita lain.

Walaupun begitu,  setiap pria memiliki panilaian yang berbeda mengenai kecantikan. Jadi, canti itu relatif.

4. Kaya

‘Karna hartanya’ juga salah satu hadits yang disebutkan diatas, dimana memiliki arti wanita yang kaya.

Yang dimaksud kaya adalah istri yang nantinya mampu menjaga harta suami nya dan tidak berfoya-foya dengan harta tersebut.

5. Taat dan Amanah

“…Oleh sebab itu, wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya..” (QS. An-Nisa’: 34)

Nabi Muhammad SAW juga bersabda dalam hadits-nya:

Sebaik-baiknya istri, yaitu yang menyenangkanmu ketika kamu lihat, taat kepadamu ketika kamu suruh, menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi.” (HR. Thabarani dari Abdullah bin Salam)

Taat dan amanah yang dimaksudkan disini adalah mampu menjaga sesuatu saat suaminya tidak ada. Tidak hanya menjaga harta, tetapi juga menjaga dirinya sendiri dan menjaga kepercayaan suami.

6. Tidak Matrealistis

Ada empat perkara, siapa yang mendapatkannya berarti kebaikan dunia dan akhirat, yaitu hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, bersabar ketika mendapatkan musibah, dan perempuan yang mau dikawini bukan bermaksud menjerumuskan (suaminya) ke dalam perbuatan maksiat dan bukan menginginkan hartanya.” (HR. Thabarani). Hadits ini adalah Hadits Hasan

Dimana, wanita yang matrealistis hanya bersedia menikah dengan pria kaya. Yang juga memiliki tujuan hanya mengincar harta.

Jika ada waktu dimana suaminya kehilangan harta tersebut, kemungkinan besar ia akan meninggalkannya.

Jadi untuk pria yang memilih wanita untuk menjadi istrinya, pilihlah wanita yang tidak matrealistis. Hal ini di karenakan untuk menjauhkan dari kemungkinan tersebut.

7. Subur (Dapat Memberikan Keturunan)

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur karena aku berbangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, senada dengan An Nasa’i dan Ahmad)

“Nikahilah ibu-ibu dari anak-anak (yaitu wanita-wanita yang bisa melahirkan) karena sesungguhnya aku akan membanggakan mereka pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa wanita yang baik untuk dijadikan istri ialah wanita yang subur (mampu melahirkan keturunan).

Alasannya karena anak merupakan aset utama yang kelak dapat menjadi syafaat di akhirat.

7 kriteria yang disebutkan diatas adalah beberapa kriteria calon istri idaman berdasarkan Islam. Namun, sebelum menginginkan istri yang baik, pria juga harus memperbaiki diri terlebih dahulu, karena jodoh adalah cerminan diri sendiri.

 

 

Author: pangeranbertopeng