Mengalami Kenaikan Harga, Biaya Umroh Di Tahun 2022 Berubah Menjadi Rp 40 Juta

Berita Islam – Dua tahun sudah dunia dilanda virus Covid-19, dan sampai saat ini masih banyak negara berusaha untuk memerangi virus ini. Banyak sektor yang kemudian mengalami hambatan akibat virus Covid-19 yang tidak kunjung selesai ini.

Salah satu sektor yang sampai saat ini masih terdampak akibat adanya virus Covid-19 adalah haji dan umrah. Sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbanyak di dunia, tentunya haji dan umrah memiliki banyak peminatnya di Indonesia.

Sebelum virus Covid-19 melanda, harga ibadah umrah ke tanah suci hanya dibanderol dengan harga Rp 20 juta sampai dengan 25 juta saja. Namun, di tahun 2022 ini biaya umrah akan mengalami kenaikan harga menjadi Rp35 juta sampai Rp 40 juta per jemaah. Kenaikan harga ibadah umrah ini langsung disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) Syam Resfiadi.

Menurut Syam, harga yang lebih mahal dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya disebabkan karena adanya kewajiban karantina dan tes kesehatan bagi setiap jemaat yang akan berangkat ke tanah suci dan kembali ke Indonesia.

Untuk sekali perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi menurut Syam setidaknya membutuhkan biaya Rp 28 juta, biaya tersebut sudah termasuk biaya umrah, karantina di Arab Saudi, serta tes PCR. Namun jika menghitung biaya kembali ke Indonesia, biaya tersebut akan naik menjadi Rp 35 juta sampai Rp 40 juta per jemaah.

“Rp28 juta hanya paket Jeddah to Jeddah termasuk PCR dan karantina di Saudi, namun ini untuk harga terendah. Semua bergantung dapat atau tidak hotel karantina yang kita inginkan, juga harus kerja sama dengan maskapai,” ucap Syam dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (10/01/2022).

Meskipun biaya umrah dalam kondisi pandemi seperti ini sudah diestimasikan, namun Syam mengaku sampai saat ini belum siap memberangkatkan jemaah umrah karena masa karantina yang panjang. Untuk saat ini, Pemerintah Indonesia mewajibkan setiap orang yang berpergian dari luar negeri untuk melakukan karantina 7 hari 6 malam di hotel. Selain karantina, setiap jemaah yang baru pulang ke Indonesia juga diwajibkan untuk melakukan tes PCR dan jika ada yang positif Covid-19 akan langsung dipindahkan ke Wisma Atlet untuk menjalani karantina.

 

Author: pangeranbertopeng