Berita Islam – Nabi Ibrahim AS, yang juga dikenal sebagai Abraham dalam agama Kristen dan Yahudi, adalah saalah satu tokoh utama dalam sejarah agama Abrahamik.
Kisah Nabi Ibrahim lengkap mulai dari lahir hingga wafat menjadi cerita yang menarik serta memiliki nilai keteladanan yang bagus.
Nabi Ibrahim hidup sekitar 4000 tahun yang lalu di kota Ur di wilayah Mesopotamia (sekarang bagian dari Irak). Dia lahir dalam keluarga yang menyembah berhala, namun dia mempertanyakan keyakinan tersebut.
Kisah Kelahiran Nabi Ibrahim AS
Nabi Ibrahim adalah anak dari Azar yang masih menjadi keturunan Sam bin Nuh. Ia lahir pada tahun 2295 sebelum Masehi, di negeri yang bernama Mausul.
Nabi Ibrahim lahir di zaman kerajaan Raja Namrud. Raja Namrud adalah penguasa Kerajaan Babylonia.
Pada suatu ketika, Raja Namrud mendapat firasat dalam mimpinya bahwa ada seorang anak laki-laki yang akan membuatnya susah dan kelak akan meruntuhkan kerajaannya.
Raja Namrud segera menurunkan perintah untuk membunuh setiap anak laki-laki yang ada di Babylonia. Anak yang dimaksudkan dalam kisah tersebut adalah Nabi Ibrahim AS.
Tetapi Allah menyelamatkan ibu Ibrahim dengan tidak memperlihatkan tanda-tanda kehamilan saat sang ibu mengandungnya, sehingga ibunya dapat melahirkan dan Ibrahim bisa tumbuh besar dan selamat dari kejahatan Raja Namrud.
Nabi Ibrahim Mencari-cari Tuhannya
Kisah Nabi Ibrahim AS. dari kecil hingga besar memiliki perjalanan yang panjang. Nabi Ibrahim pernah mencari-cari keberadaan Tuhan. Beliau pernah berpikir bahwa bintang adalah Tuhan, lalu bulan, lalu matahari.
Namun, pemikiran itu sirna seiring lenyapnya bintang, bulan, dan matahari di kala pagi atau malam. Mengutip dari buku yang sama, Syarifah (2019: 29), Nabi Ibrahim kembali berpikir,
“Sesungguhnya, jika Tuhanku tidak memberikan petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.”
Kemudian, Nabi Ibrahim pun berikrar bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa. Nabi Ibrahim merupakan sosok yang cerdas sebab sudah mempertanyakan pencipta dan pengatur alam semesta sejak kecil.
Kisah Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala Raja Namrud

Pada suatu hari, saat Raja Namrud dan kaumnya pergi meninggalkan negerinya, sehingga kampung-kampungnya kosong. Ibrahim melaksanakan niat yang selama ini dipendamnya yakni menghancurkan berhala-berhala yang dipuja dan disembah oleh Raja Namrud dan kaumnya.
Beliau menghancurkannya menggunakan kapak, dan hanya satu yang tidak dihancurkan, Hal ini Ia lakukan dengan sengaja, lalu kapaknya dikalungkan dileher patung terbesar itu.
Beberapa hari kemudian Raja Namrud dan pengikutnya tiba kembali di negerinya, ia murka saat mengetahui bahwa seluruh patung-patung yang selama ini disembah sudah hancur.
Raja Namrud seketika langsung menuduh Nabi Ibrahim sebagai pelakunya, dan mengadili Nabi Ibrahim.
Sang Raja berkata dengan geram, “Wahai Ibrahim, bukankah engkau yang telah menghancurkan berhala-berhala ini?”. “Bukan!” jawab Ibrahim singkat.
Mendengar jawaban itu, Raja Namrud semakin geram dan berkata: “Lalu siapa lagi kalau bukan engkau, bukankah kau berada disini saat kami pergi dan bukankah engkau membenci berhala-berhala ini?”
“Ya, tapi bukan aku yang menghancurkan berhala-berhala itu. Aku pikir, berhala besar itulah yang menghancurkannya, bukankah kapaknya masih berada dilehernya?” sahut Ibrahim dengan tenang.
Raja Namrud membantahnya: “Mana mungkin patung berhala dapat berbuat semacam itu!”. Mendengar hal itu dengan tegas Nabi Ibrahim berkata: “Kalau begitu, kenapa engkau menyembah berhala yang tidak bisa berbuat apa-apa?”
Mendengar pernyataan Ibrahim, para pengikutnya kemudian menjadi kaget dan tersadar bahkan terpikir oleh mereka Tuhan yang selama ini disembah tidak dapat melihat, mendengar, dan bergerak.
Nabi Ibrahim Membuktikan Kekuasaan Allah Swt.
Setelah mengarungi perjalanan hidup yang panjang dan mengetahui bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa, Nabi Ibrahim AS. mulai mengajak keluarga dan sekitarnya menyembah Allah Swt.
Namun, banyak orang yang menolak termasuk Raja Namrudz. Singkat cerita, Nabi Ibrahim AS. menghancurkan patung-patung berhala penduduk Babilonia. Namun, Nabi Ibrahim AS. menyisakan satu berhala paling besar.
Kisah Nabi Ibrahim Mendapatkan Ujian

Nabi Ibrahim memiliki dua istri yaitu Sarah dan Siti Hajar serta memiliki dua putra Ismail dan Ishaq yang keduanya pun menjadi Nabi dan Rasul Allah. Ismail dilahirkan oleh Siti Hajar dan Ishaq dilahirkan oleh Sarah.
Beliau menikah dengan Hajar karena bersama Sarah tidak dikaruniai anak, kemudian Sarah meminta Ibrahim untuk menikahi budaknya Hajar dan lahirlah Ismail. Namun, kemudian tidak lama Sarah akhirnya memiliki putra yang diberi nama Ishaq.
Ketika Ismail tumbuh dewasa, Allah hendak menguji kesetiaan Ibrahim terhadap perintah-perintah-Nya melalui sebuah mimpi tentang penyembelihan anak.
Lalu tanpa mengeluh dan merubah kekuatan keimanan beliau, Nabi Ibrahim mengajak Ismail untuk menunaikan perintah Allah. Ketika Ibrahim membaringkan putranya untuk melaksanakan perintah Allah, terlebih dahulu ia meminta tanggapan dan persetujuan.
Tatkala putranya telah merelakan diri serta Ibrahim telah bersiap mengulurkan tangan untuk menyembelih putranya, seketika Allah memanggil Ibrahim supaya menahan tangannya.
Sebab tindakan ini membuktikan bahwa Ibrahim bersedia melaksanakan apapun untuk Allah, juga membuktikan wujud seorang hamba yang berbakti serta seorang sosok yang terpercaya bagi Allah.
Kemudian Ibrahim mendapati seekor kambing sembelihan besar sebagai kurban pengganti putranya. Nabi Ibrahim AS mendapatkan tempat khusus di sisi Allah Swt.
Ibrahim termasuk salah satu nabi ulul azmi di antara lima nabi di mana Allah SWT mengambil dari mereka satu perjanjian yang berat, yaitu ujian di atas kemampuan manusia biasa.
Meskipun menghadapi ujian dan tantangan yang berat, Nabi Ibrahim tetap menunjukkan sebagai seorang hamba yang menepati janjinya dan selalu menunjukan sikap terpuji.
Wafatnya Nabi Ibrahim
Ketika memasuki umur seratus lima puluh, Allah menampakkan uban pada rambut Nabi Ibrahim. Ulama berkata, “Alasan Allah memunculkan uban kepada Nabi Ibrahim adalah karena Ishaq, putra beliau sangat mirip dengan beliau. Masyarakat disekitar tempat tinggal beliau tidak bisa membedakan antara keduanya.
Namun, Nabi Ibrahim merasa sedih melihat rambut ubannya yang memutih. Tetapi, beliau tidak bisa menolak apa yang dialaminya. Nabi Ibrahim adalah orang yang pertama kali beruban dari keturunan Nabi Adam.
Kemudian juga diriwayatkan, ketika malaikat maut hendak mencabut nyawa Nabi Ibrahim as, maka beliau berkata,
“Hai malaikat maut, apakah kamu pernah tahu seorang kekasih mencabut nyawa orang yang dicintainya.”
Maka malaikat maut naik ke langit untuk melaporkannya kepada Allah Swt.
Lalu Allah berkata, “Katakanlah kepada kekasihku, “Apakah seorang kekasih tidak suka bertemu dengan orang yang dicintainya?”
Lalu malaikat mautkembali kepada Nabi Ibrahim. Dia menyampaikan apa yang dikatakan Allah SWT.
Mendengarnya, Nabi Ibrahim berkata kepada dirinya, “Tenanglah dirimu untuk saat ini.”
Kemudian malaikat maut mencabut nyawa beliau. Nabi Ibrahim dikuburkan di perkebunan Hairun, sebuah kebun miliknya. Karena sebelumnya beliau berwasiat agar dikuburkan di sana.
Demikian adalah kisah Nabi Ibrahim lengkap yang bisa dipelajari.